Tahun
2013 merupakan tahun yang menyenangkan buat aku. Di tahun itu aku bisa punya
cowok setelah 2 tahun menjomblo. Setelah aku putus dari Sinchan (nama
disamarkan) aku bertemu kembali dengan mantan pacarku sewaktu SMK. Kami pun
berpacaran selama 1 tahun 3 bulan. Dan setelah aku tahu ternyata dia selingkuh
, akhirnya perlahan aku menjaga jarak dari dia dengan status masih pacaran
(sedikit – sedikit merubah sikap).
Suatu
hari aku membuka akun facebook ku tepatnya di pertengahan September 2013 yang
bertepatan dengan puasa. Aku melihat ada 1 inbox dan beberapa like coment
maupun coment foto yang aku unggah.
“ hai
mbak bro , masih inget aku ?” Nampak tulisan itu dari orang yangtidak asing
buat ku (rohit qeliquers)
“ hai
mas bro , ia masih inget “ balasku
Nampak akunnya menyala warna hijau , tanda dia online
“ boleh
minta nomer hapenya “ balasnya lagi
“ boleh
, 0857xxxxxxxx”
“oke ,
aku sms ya …aku mau off
“ok”
Aku pun log out , dan tak lama kemudian suara
handphone ku pun berbunyi.
“save
nopeku”tulisnya
“iya
^_^” balasku.
Disis lain aku sangat senang karena aku bisa
bertegur sapa lagi dengan dia. Sejak dari pertemuan awal kita dari berburu
duren bersama yang kebetulan kita diajak temen yang sama. Waktu itu sudah in whatsapp dan kebetulan aku baru beli
hape baru nokia Asha 309 dari kakak ipar ku (hape bekas sich, kakakku bosen
sama hape layar sentuh). Aku melihat list daftar temen yang punya whatsapp juga
dan salah satunya ada nama Rohit.
Dan sejak saat itu kita lebih sering whatsappan.
Saling perhatian satu sama lain , ngingetin buat sahur , ngingetin buat buka
puasa saling curhat soal pacar , keluarga maupun kesibukan masing-masing.
Waktuitu dia bekerja disalah satu pabrik pembuat alat music yang cukup terkenal
sedangkan aku baru masuk kerja di salah satu sekolah paud yang terletak di kota
seberang (pasuruan).
Kedekatan kita semakin intens ,suatu hari dia curhat
kalau dia sudah putus dengan pacarnya dan begitu pula denganku. Aku menjalani
hubungan dengan status yang gak jelas. Meskipun pacarku masih menganggap kita
masih pacaran , tapi tidak denganku. Sejak aku tau dia selingkuh , aku sudah
merasa sakit hati banget. Aku pantang sekali untuk mengucapkan kata putus
(lebih karena aku sering banget di putusin J). Aku dan rohit
diam – diam menjalin hubungan. Mesti statusnya samar-samar karena dia nembak
aku lewat whatssapp. Kita hampir gak ada waktu buat ketemuan. Selain karena
puasa , karena kerjaan masing – masing yang membuat kita payah (aku pulang
kerja jam 15.00 sedangkan dia pulang hampir menjelang buka puasa)
Dan pada
akhirnya lebaran pun telah tiba. Selayaknya orang – orang yang hingar bingar
untuk silaturahmi ke sanak saudara, pacar maupun teman setahun sekali ini . rohit
pun menawarkan diri untuk silaturahmi kerumah sekalian ketemuan. Aku pun
mengiyakan.
“aku
kesana habis isya’ aja ya “ tulisnya d isms
“ oke
nanti kalau sudah mau nyampe rumah , sms lagi biar gak kesasar J”
balasku .
Beberapa jam kemudian hp ku berbunyi tanda ada sms
masuk.
“udah mau sampai nic ,
rumah kamu yang mana “ sepertinya dia sedikit tersesat
“kamu masuk gang kecil
di depan kamu ya…” aku mengisyaratkan. Maklum rumahku yang agak ribet rutenya
dan hanya memiliki 4 tetangga saja dengan suasana sepi dan gelap.
Di ruang tamu kami pun
merasa canggung . aku sesekali melihat kearahnya dengan mencuri – curi pandang
tak ingin sampai ketahuan dan begitupun sebaliknya.
“ udah lama ya kita gk
ketemu “ rohit membuka obrolan
“ iya udah lama baget ,
dulu pernah mau ketemu tapi gak jadi “ jawabku dengan agak canggung
“ iya pas mau jenguk
mas pras di gigit tomcat” dia kemudian memperhatikanku
“ hhhaaa ia “ ketawa
kecil
“ terus gimana sama
mantan kamu “ dia menohok pertanyaan yang membuatku terbata – bata dalam
menjawab
“ eemmbbb…udah ya
jangan bahas dia “ aku mencoba mengalihkan pembicaraan dia terlihat senyum.
“gimana dengan kita ?”
tanyaku mencari jawaban atas status kita saat ini.
“ iya ini mau bilang ,
aku suka sama kamu. Mungkin dulu aku masih terlihat kayak anak kecil tapi aku
serius ingin pacaran dengan kamu” dia menatapku tajam. Jarak kita memang agak
jauh karena aku gak berani deket – deket cowok kalau sedang berada dirumah.
Disisi lain aku ingin
mengatakan iya , tapi disisi lain aku takut karma karna tak menganggap pacarku
ada.
“ iya aku mau “ jawabku
asal ceplos kemudian aku sadar apa yang telah aku ucapkan.
“thank you mbak bro “
candanya (mbak bro : sebutan dia buat aku waktu awal pertama kita ketemu) dan
saat itu hatiku merasa berbunga – bunga. Tahun ini bisa punya pacar yang sangat
nyaman. Dia bisa diajak curhat , suka becanda dan suka film yang sama yaitu
film india.
Beberapa hari kemudian
cowokku (satria) datang kerumah untuk silaturrahmi. Seperti biasa ibuku tidak
menyambutnya karena ibu merasa tidak cocok degan dia
“ yank “ sembari
senyum- senyum
“ apa “ jawabku agak
ketus
“kamu kog berubah sich
“dia agaknya terheran dengan sikapku selama ini. Entah dia tahu apa tidak apa
yang telah aku perbuat ke dia.
“berubah gimana ce,
kamu tuch yang berubah “ sembari masih terlihat acuh.
“sms jarang di bales ,
bilang nya gak da pulsa eh ternyata facebookan , coment- comenan sama cowok “
sedikit dengan nada tinggi.
“ sama “ jawabku
singkat , Nampak dia terdiam tak berani membuka suara”
“ kog sama ? “ dia
Nampak cengengesan tanda tidak serius atau merasa tersindir.
“ kamu pikir aku gak
tau , aku udah tau semua “ pungkasku sebal.
“ mungkin kamu saat ini
capek yank habis keliling kerumah saudara , kamu istiraha aja yank aku pamit
pulang” dia Nampak mengalihkan pembicaran dan berpamitan untuk pulang.
Hari – hari berikutnya aku jalani dengan
pacaran dengan rohit. Aku cukup bahagia kala itu. Aku mengenalkan dia pada
keluargaku dan begitupun sebaliknya. Dia sering main kerumah , dia sering antar
jemput aku kerja (kalau hari sabtu). Dan keponakanku (azka) sangat suka sekali
dengan rohit. Hampir tiap kali week end kita sering hang out bareng. Ke rumah
kakak perempuanku (2) di pesona candi , main ke trawas , bahkan sampai main ke
bromo untuk hunting foto (foto berdua dengan foto grafer mas pras yang punya
camera DSRL).
Selang dengan
berjalannya waktu , hari – hari bahagiaku sempat terusik dengan adanya masalah.
Diam – diam di pabrik tempat dia kerja ada seorang cewek yang juga naksir sama
dia. Mereka seling pulang kerja bareng , makan dikantin bareng dan kalau lagi
gak hang out sama aku , dia pergi dengan cewek itu. Awalnya aku tak percaya
tapi teman maupun saudaraku yang bekerja disana mengatakan hal yang sama kalau
dia selingkuh. Aku sempat menanyakan hal ini padanya tetepai dia selalu
mengelak dan marah – marah kalau aku terus Tanya masalah tersebut. Aku berusaha
percaya sama dia. Hingga suatu ketika aku membajak akun facebooknya dan melihat
semua percakapan dengan cewek tersebut. Hatiku yang selalu berbunga – bunga
apabila ketemu dengan dia kini menjadi layu. Seperti bunga yang lama tak
disirami. Seperti bunga yang awalnya indah nan harum dan kini terlihat usang
dan tak berbau wangi lagi.aku pun bersikap biasa seolah – olah tak terjadi apa-
apa. Sering kali kita berantem soal masalah sepele tapi aku selalu mengalah
demi keutuhan hubungan ini. Aku masih memikirkan hubungannya dengan keluargaku.
Sampai suatu hari dia
berpamit untuk pergi ke jogja untuk menghadiri Aniversary club motornya.
Direncana awal dia mengajakku , tapi setelah ada maslah dia tak jadi
mengajakku. Alasannya gak ada cewek yang ikud dan ongkos dia tak cukup. Malam
itu sebelum dia pergi dia sempat kerumah untuk berpamitan.
“ aku berangkat ma “
ujarnya ( mama :panggilan sayang dia ke aku , tapi kedengarannya terlalu alay).
Kemudian dia memelukku
, terasa hangat kembali jantung ini dag dig dug. Perasaan yang sama kembali
menyeruak saat pertama masa pacaran kita yang begitu indah.
“iya ayah “ jawabku
seraya tak ingin melepas pelukan ini.
Dia berlalu di
kegelapan jalanan rumahku , malam itu aku kembali bahagia. Aku hilangkan semua
prasangka buruk terhadapnya. Sampai beberapa hari kemudian dia memposting foto
dia saat berada di parangtritis dan menuliskan namaku disana inchies bunga itu perlahan mekar
kembali.
Berbeda dengan ceritaku
dengan satria , sejak dari rumahku tempo hari dia semakin perhatian kepadaku.
Sampai suatu hari dia memberanikan diri datang ke sekolah untuk menemuiku.
“miss fitri di cari
temennya “ pak satpam menghampiriku yang tengah mengajar
“ siapa pak “ jawabku
kaget
“ namanya ria “ tutur
pak satpam lagi
“ bilang tunggu
sebentar ya pak , ini anak – anak mau pulang”. Pak satpam pun berlalu
Pukul 12.00 waktunya
anak – anak pulang , seperti biasa aku mengantarkan mereka sampai dijemput oleh
orang tua mereka. Setelah selesai aku menghampiri seseorang yang mengaku nama
temenku yang pada dasarnya tidak tau tempat kerjaku sekarang.
“kamu” aku kaget
ternyata satria yang berpura – pura menjadi ria.
“aku tau kamu kecewa ,
tapi dengan cara ini aku bisa bertemu dengan kamu” tuturnya menggebu-gebu.
“ ada apa lagii sich ,
aku lagi sibuk “ mencoba mencari alasan.
“ bisa keluar sebentar
,pliissss sebentar aja. Janji habis itu aku gak ganggu kamu lagi.
Aku pun mengiyakan ,
aku ijin keluar sebentar pada admin sekolah.
“kita boncengan aja ya
“ dia menawarkan , tapi aku acuh . aku lebih mengendari motor sendiri.
Kita pun berhenti di
ATM BCA deket sekolah Sang Timur. Dia meminta Atm ku dan masuk ke dalam tak
berapa lama dia keluar.
“ ini buat kamu “ dia
menyodorkon uang 50ribu
“buat apa ?” aku
terheran
“ak tau selama ini aku
gak pernah ngasih uang jajajn sama kamu , kini aku sadar aku terlalu menyia –
nyiakan kamu “
Dalam hati ku bergumam
“ kemana ajaa loo , selama ini loo amnia. Lo pikir gue apa gak dianggap!”
“udah ya aku balik dulu
, maksih buat uang jajannya. Ku nyalakan mesin tanpa menghiraukan dia . dia
sempat memaki – makiku di sms , banyak kata – kata jahat yang ia tulis tapi aku
belagak cuek. Dan sejak saat itu dia pun mutusin aku lewat sms.
Sepulangnya rohit dari
jogja dia kembali jarang menemuiku. Di sms gak pernah di bales , di
whatsapp Cuma dibaca do’ang. Sampai pada
suatu ketika aku ingin menganti hape nokiaku dengan hape yang sedikit canggih
seperti android (mungkin ada wc di hape , atau ada kulkas jadi waktu haus bisa
pencet tombol menu keluar 1 jus buah naga J)
Kami pun pergi ke DTC
Surabaya. Melihat – lihat hape yang bagus – bagus dan sampailah pada pilihanku
dan Rohit Sony Experia J senilai 2.030.000. yang paling exited sekali yaitu
Rohit karena dia pengen banget beli hape canggih , sehingga dia duluan yang
membawa hapenya.
Seminggu aku menanti
hape sony ku bisa ku pegang akhirnya dia mengembalikannya padaku. Dan sejak
kejadian itu dia kembali merubah sikapnya. Dia hampir tak pernah mengabari apa
yang sedang dia lakukan. Terakhir aku liat status di facebooknya “ terima kasih
malam ini “ sent 01.00 itu tandanya dia pulang kerja bersama cewek yang akhir –
akhir ini datang di kehidupan kita.
Sampai pada malam tahun
baru dimana orang – orang penuh suka cita merayakan pergantian tahun itu. Yang
pacaran bisa liat kembang api bareng dan pas pukul 00.00 mereka saling
mengucapkan Happy New year dan semoga kita bisa sama – sama terus dan ciuman
sungguh itu moment romantis.
Siang itu 31 desember
2013 , meme berencana mengajakku untuk merayakan pergantian tahun dirumahnya.
Dia mengadakan acara bakar jagung dan ikan bersama dengan keluarganya. Meme tak
pernah absen mengajakku untuk melakukan kegiatan apapun meski mengajak serta
pacarnya. Buat aku meme dan supri (pacar meme sekaligus temen Smpku) temen yang
selalu ada disaat aku tengah terpuruk memikirkan nasib kisahku yang selalu
berakhir tragis.
“ rohit gak ngajakin
keluar ?” Tanya meme membuka percakapan. Kala itu kita sedang berada dipasar
ikan sembari memilih ikan mana yang bagus untuk kita bakar J
“ gak tau me , kayak
nya ini gak bisa diterusin”
Tuturku sembari memilih
– milih ikan.
“ gak usah sedih ya ,
mungkin memang dia bukan yang terbaik buat kamu. Lagian dia juga masih anak
kecil banget “ celetuk meme yang memang dari awal tidak setuju aku sama dia.
Selain usia kita berbeda 1 tahun , rohit juga sukanya menang sendiri gak mau
dikalahin jadi childhis banget.
“mending kita gak usah
bahas dia , nic bagus nic ikannya “ aku mencoba mengalikan pembicaraan.
“ oke , pokonya ntar
malem kita harus seneng-seneng “.
Memang rohit sering
sekali bilang putus sama aku , tapi aku selalu menolak karena aku sayang banget
sama dia , karena orang tuaku sudah klik smaa dia , aku juga gak pengen ibuku
kecewa. Aku selalu mengalah atas sikapnya yang keras kepala. Namun entah kenapa
hari itu aku merasa hati ini tenang , seolah apa pun yang nantinya di katakana
Rohit akan aku terima dengan lapang dada sekalipun dia benar – benaraku mutusin
aku.
Di wall whatssapp aku
mengupdate status seneng banget bisa ngelewatin malam tahun baru sama mereka
J
post foto kita bertiga (aku , meme dan supri) tak berapa lama ada pesan masuk
di whatssapp
“kog belom tidur”pesan
dari rohit
“iya ini lagi sama meme
bakar ikan J”
balasku
“yasudah nanti kalau
pulang hati – hati ya J” balasnya
“iya “
Setelah berbasa – basi
dia pun akhirnya mengirimkan kata – kata yang intinya ingin mutusin aku. Dia
sebenernya berat untuk ninggalin aku dan keluargaku. Dan dia sangat tau kalau
dia sayang banget sama aku. Entah itu hanya gombalan atau beneran dari lubuk
hati yang terdalam.
Waktu itu aku tak
meneteskan air mata , tidak seperti biasanya aku selalu menangis dan memohon
agar hubungan ini gak berakhir. Namun kali ini sungguh berbeda aku pun membalas
dengan jawaban “iya gak papa , mungkin ini yang terbaik. Dan aku akan bilang
ibu kalau kita udah gak sma – sama lagi “jangan “ dia Nampak menolak
“aku gak ingin
keluargamu tahu dulu kita putus aku
masih sayang sama mereka”tambahnya lagi
“iya”
Tahun baru kali ini
membuathatiku sepi. Tidak seperti mereka yang sedang berbahagia di malam yang
penuh dengan kerlip kembang api ini. Aku menyadari selama ini aku selalu
menjadi yang terbaik untuk dia , selalu menghargai dia tapi pada kenyataaanya
semua harapan dan perjuanganku hanya sia-sia. Dia tidak bisa berpikir dewasa
dalam menjalani sebuah hubungan yang serius. Aku juga merasa bersalah karena
aku mau berpacaran dengan anak yang baru gede (ABG)bisa dibilang kayak gitu.
Dia lebih muda dari ku , dia sangat kekanak – kanakan dia gak bisa mengerti aku
selain aku yang bisa mengerti dia.
Hari – hari aku jalani
sendiri , awalnya memang canggung dan ada sesuatu yang hilang. Tapi aku mencoba
menutupi perasaan ini. Aku bersandiwara dari semua orang yang dekat dengan ku.
Sering kali mereka menyakan tentang keberadaanya yang sekian lama tak Nampak ku
berjalan beriringan dengan dia. Ya semua awal yang indah dulu perlahan hilang
seiring berjalannya waktu, dan aku mulai belajar untuk melupakan dia.
Sesekali dia mengirim
pesan singkat kepadaku , sekedar menanyakan kabar ataupun kabar ibuku. Dia
mengingatkanku kembali atas janji yang pernah dia ucap. Dia ingin sekali
mengajakku pergi ke pantai. Dan kali ini di pesan singkatnya yang ia kirim dia
mengajakku pergi ke pantai di daerah malang selatan (pantai goa cina). Ebetulan
waktu itu meme mengajakku pergi ke tempat yang sama.
“kamu bener mau pergi
sama rohit ?” meme terheran dan seraya tak setuju
“iya me , dia mau
nepatin janjinya yang dulu “ pungkasku.
“yasudah aku berangkat
dulu ya “pamit meme yag berangkat lebih dulu.
Pukul 10.00 kita baru
berangkat dengan aku menjemput dia dirumahnya.
Sepanjang perjalanan
kita canggung. Hampir tak ada obrolan sampai pada suatu pom bensin dia membuka
percakapan.
“kenapa gak pegangan ?
, perjalanannya cukup jauh lho “ candanya sembari menggoda.
“hheeee iya tapi kita
bukan siapa-siapa lagi kan “ aku berusaha menutupi perasaan ini.
“aku kangen kamu , aku
pengen peluk kamu , tapi aku gak bisa “gumamku dalam hati
Sesampainya di pantai ,
aku mendapati meme dan supri udah mau pergi dari sana.
“bolo , aku pulang dulu
ya… kamu sich lama ini juga mau hujan” pamit meme
“hati – hati ya”
sambungnya lagi. Kami pun bersalaman dan kami berpisah.
Hari itu aku seperti
mendapati rasa cinta yang pernah aku rasakan. Deg-deg an saat berada
disampingnya , merasa jadi salting saat dia ingin memotretku. Entahlah aku juga
tak mengerti. Yang aku tau bahwa hati ini merasa bahagia tiada terkira.
Dia menceritakan
sedikit kisah yang dialami pasca putus dengan ku. Dia sempet deket dengan cewek
, sempet mau balikan sama mantannya , dan patah hati sma cewek temen kerjanya itu (yang sering
nebeng dan naksir doi) ternyata udah punya pacar.
“ternyata kamu lebih
baik”gombalnya
“hhhaaa biasa aja”
tandasku yang gak ingin terbawa rayuan.
Hujan pun turun ,
mendung begitu gelap. Kami menepi mencari tempat berteduh. Orang- orang disekeliling juga sedang sibuk mencari
tempat berteduh. Sampailah kita pad satu saung , disana banyak orang yang
berteduh , sepertinya mereka selesai camping disana. Ak menggigil kedinginan
dia menatapku , menawarkan jaket yang ia kenakkan untuk menghangatkanku aku
menolak.
Hujan Nampak berhenti ,
kami pun memutuskan untuk pulang. Udara hari itu sangat dingin, selain deket
dengan pegunungan karena hari itu habis turun hujan. Dia menyuruhku untuk
memeluk dia dan berpegangan erat , aku pun melakukannya. Hatiku semakin
berdegup tak karuan , Tuhan maafkan aku aku tak bisa menepati janji pada hati
ini (aku bergumam).
Sejak saat itu kami
mulai whatsappan lagi , tanpa ada status berpacaran. Layaknya teman tapi mesra
, akuberusaha menutupi dari ibuku dan kakakku. Kerena semenjak mereka tau Rohit
mutusin aku , mereka menyuruhku untuk bisa melupakan dia.
Malam itu kami janjian
sembunyi – bunyi. Lagi-lagi aku menjemput dia di gang rumahnya. Malam itu
rintik huajn masih membasahi sepanjang perjalan kita menuju Pandaan. Sekedar
mengajakku untuk melihat kertlip lampu kota dari ketinggian Kota Pandaan yang
sejuk.
“bagus ya..” ujarnya
“iya , makasih udah mau
mengajakku malam ini” aku tersenyum.
Aku kembali meneguk
satu gelas susu coklat hangat yang aku pesan malam itu di satu tempat ngopi.
Malam itu begitu
singkat setelah asik mengobrol begitu lama , dia mengajakku pulang.
Dan lagi sejak kejadian
yang membahagiakan itu , dia kembali menghilang. Kabar yang aku dengar dia
sudah menjalin kasih dengan salah satu teman di facebooknya , dan kini dia
sudah bertunangan dengan gadis pilihannya itu. Dia sering sekali memposting
foto kemesraan mereka yang dulu aku rasakan juga. Aku bergumam kenapa waktu
begitu jahat. Sejenak waktu membuatku bahagia dan sesaat pula hati ini sakit
kembali oleh luka. Ya aku tau pasti bahwa semua yang di jalani dan dirancang
ini adalah sat dari sebuah cerita. Terkadang kehidpan gak selalu bahagia , ada
tangis dan sakit di dalamnya. Dan aku menyadari mungkin Tuhan mengirimkan
seseorang yang tidak tepat , sebelum aku benar – benar menemukan orang yang
tepat untuk ku. Menemukan tempat tulang rusukku berada. Kedewasaan seseorang
bukan dari setiap apa yang ia ucap , namun dari pemikiran dan sikap dia
bagaimana ia menghargai dirinya sendiri maupun menghargai orang lain. Mungkin
benar , ini karma buat aku , karena aku menyia-yiakan orang yang benar-benar
sayang sama aku. Mungkin cara dia menyampaikannya salah sehingga membuatku
salah paham. Dan dalam suatu cerita kehidupan ini akan ada timbal balik , akan
ada sebab akibat.
Kenapa orang bisa jatuh
cinta?
Kenapa orang bisa patah
hati?
Kenapa hati ini selalu
merasa bahagia?
Kenapa hati ini terlalu
sakit saat dihianati?
Satu pengalaman cerita
cinta ini , mencintai cowok yang 1 tahun lebih muda(bronis). Layaknya kue
brownis , di masak dengan waktu yang pas akan menyajikan kue yang enak namn
lezat. Namun apabila kita terlambat untuk mengangkatnya rasa dan tampilannya
akan berubah. Akan gelap , pahit ,usang dan dibuang.
Melangka maju , move on
di depan masih banyak pemandangan yang lebih indah. Masih banyak cerita dan
pelajaran. Tetap semangat ^_^
The
end…………………………………………