Rabu, 18 Maret 2015

Hujan Kemarin



Aku masih berdiri di halte bus , menunggu sms balasan dari kakak ipar yang berjanji akan menjemputku di kantor. Namun karena malam itu hujan turun begitu deras , kakak ipar sedikit terlambat menjemput karena Dia sedang berada di luar kota.
Aku sedikit cemas , hujan tak kunjung berhenti dan jalanan Nampak sepi. Sesekali ku melihat sekeliling akankah ada seseorang yang bersedia untuk mengajakku pulang bersama dan pastinya yang searah dengan jalan kerumahku. Jam di tangan menunjukkan pukul 19.30 aku masih tak berani untuk pulang jalan kaki dengan hujan deras , suasana sepi dan gelap. Mengingat beberapa minggu yang lalu ada satu peristiwa mengerikan terjadi di desaku. Sosok tanpa identitas meninggal tertabrak kereta ketika sedang melakukan upayah bunuh diri. Dan keesokan harinya banyak sekali terror yang berdatangan. Dan saat itu pula sepanjang jalanan rumahku menjadi sepi.
“baiklah aku akan pulang sekarang!” gumamku . Namun seperti ada tarikan yang membuatku engan beranjak dari halte bus , aku memurungkan niat dengan dalih nunggu 10 menit lagi untuk beranjak pulang. “ccciiiitttt” suara rem bus berhenti , menurunkan beberapa penumpang di halte. Aku memperhatikan sebentar dan kembali melihat sekeliling mencari tumpangan atau tukang becak yang melintas.
“fitri” panggil seseorang. Sepertinya dia salah satu penumpang yang baru saja turun dari bus. Aku memperhatikan dengan seksama siapakah yang memanggilku dan ternyata dia…
“Fery!” aku terkejut. Fery yang merupakan tetangga dan mantan pacarku. Aku ta menyangka bisa bertemu dengan dia setelah sekian lama tak bertemu. Semenjak dia dikabarkan tengah menjalani pendidikan keperawatan di Luar kota , kita jarang berjumpa meski jarak rumah kita tidk terlalu jauh. Dan mungkn karena kesibukan masing-masing sehingga kita tak bisa dipertemukan. Dan malam itu sungguh berbeda , aku bisa bertemu lagi dengannya di antara derasnya hujan yang menguyur dan aku yang sedang merasa sendirian.
“kamu apa kabar fit?” fery menjabat tanganku , aku pun membalas jabat tangannya.
“baik fer , kamu sendiri gimana? Lama gak ketemu” tanyaku yang kemudian dibalas dengan senyumnya yang khas. Senyuman yang selalu membuat hatiku dag dig dug. Dan aku sangat bahagia sempat memilikinya.
“hehe iya , aku jarang pulang banyak banget tugas belom lagi praktek di rumah sakit” pungkasnya. Sesekali dia membenarkan kacamata yang sedikit kedodoran.
Hening hanya terdengar suara rintik hujan.
“embbb ini kamu mau berangkat apa mau pulang?” Tanya fery yang melihat seragam kantor yang masih ku kenakan.
“ini mau pulang , kakak iparku gak bisa jemput aku juga gak berani jalan kaki soalnya takut” aku pun menceritakan kejadian di desa beberapa minggu yang lalu kepada fery.
“terus harus sampai kapan kita berdiri disini , pulang bareng yuk” ajak fery yang ku balas dengan anggukan. Sepanjang perjalanan kita mengobrol kesibukan masing-masing. Dengan sedikit basah kuyup kita membiarkan air hujan membasahi baju kita.
“aku laper nich , beli mie ayam dulu yuk” ajaknya lagi. Kita pun berhenti di warung mie ayam yang tak jauh dari halte bus. Dia memesan 2 mangkok mie ayam dan 2 gelas Teh hangat , setidaknya bikin badan kita menjadi sedikit lebih hangat. Kami pun bertukar nomer hp dan kembali melanjutkan obrolan.
“kamu sudh punya pacar belom” aku yang tengah meneguk the sedikit tersendak.
“uuhhuukk , pacar? Aku sedikit salah tingkah. Fery mengernyitkan dahi.
“salah ya pertanyaanku?” fery melemparkan senyum ke arahku.
“hhhaaaa pacar ya? Gak punya fer” jawabku sedikit dengan nada becanda. Tak ada ekspresi yang berarti dari muka fery. Dia kemudian membuka  sms nya, Aku meneguk kembali Teh yang sudah mau habis.
“pulang yuuk udah malem nic , kita naek becak aja ya biar kamu gak tambah kedinginan”. Fery nampaknya memperhatikanku benar , seragam kantorku hampir setengah basah karna



Jumat, 06 Februari 2015

Bronis Usang (Brondong Manis yang udah usang)




       Tahun 2013 merupakan tahun yang menyenangkan buat aku. Di tahun itu aku bisa punya cowok setelah 2 tahun menjomblo. Setelah aku putus dari Sinchan (nama disamarkan) aku bertemu kembali dengan mantan pacarku sewaktu SMK. Kami pun berpacaran selama 1 tahun 3 bulan. Dan setelah aku tahu ternyata dia selingkuh , akhirnya perlahan aku menjaga jarak dari dia dengan status masih pacaran (sedikit – sedikit merubah sikap).
       Suatu hari aku membuka akun facebook ku tepatnya di pertengahan September 2013 yang bertepatan dengan puasa. Aku melihat ada 1 inbox dan beberapa like coment maupun coment foto yang aku unggah.
       “ hai mbak bro , masih inget aku ?” Nampak tulisan itu dari orang yangtidak asing buat ku (rohit qeliquers)
       “ hai mas bro , ia masih inget “ balasku
Nampak akunnya menyala warna hijau  , tanda dia online
       “ boleh minta nomer hapenya “ balasnya lagi
       “ boleh , 0857xxxxxxxx”
       “oke , aku sms ya …aku mau off
       “ok”
Aku pun log out , dan tak lama kemudian suara handphone ku pun berbunyi.
       “save nopeku”tulisnya
       “iya ^_^” balasku.
Disis lain aku sangat senang karena aku bisa bertegur sapa lagi dengan dia. Sejak dari pertemuan awal kita dari berburu duren bersama yang kebetulan kita diajak temen yang sama. Waktu itu sudah in whatsapp dan kebetulan aku baru beli hape baru nokia Asha 309 dari kakak ipar ku (hape bekas sich, kakakku bosen sama hape layar sentuh). Aku melihat list daftar temen yang punya whatsapp juga dan salah satunya ada nama Rohit.
Dan sejak saat itu kita lebih sering whatsappan. Saling perhatian satu sama lain , ngingetin buat sahur , ngingetin buat buka puasa saling curhat soal pacar , keluarga maupun kesibukan masing-masing. Waktuitu dia bekerja disalah satu pabrik pembuat alat music yang cukup terkenal sedangkan aku baru masuk kerja di salah satu sekolah paud yang terletak di kota seberang (pasuruan).
Kedekatan kita semakin intens ,suatu hari dia curhat kalau dia sudah putus dengan pacarnya dan begitu pula denganku. Aku menjalani hubungan dengan status yang gak jelas. Meskipun pacarku masih menganggap kita masih pacaran , tapi tidak denganku. Sejak aku tau dia selingkuh , aku sudah merasa sakit hati banget. Aku pantang sekali untuk mengucapkan kata putus (lebih karena aku sering banget di putusin J). Aku dan rohit diam – diam menjalin hubungan. Mesti statusnya samar-samar karena dia nembak aku lewat whatssapp. Kita hampir gak ada waktu buat ketemuan. Selain karena puasa , karena kerjaan masing – masing yang membuat kita payah (aku pulang kerja jam 15.00 sedangkan dia pulang hampir menjelang buka puasa)
       Dan pada akhirnya lebaran pun telah tiba. Selayaknya orang – orang yang hingar bingar untuk silaturahmi ke sanak saudara, pacar maupun teman setahun sekali ini . rohit pun menawarkan diri untuk silaturahmi kerumah sekalian ketemuan. Aku pun mengiyakan.
       “aku kesana habis isya’ aja ya “ tulisnya d isms
       “ oke nanti kalau sudah mau nyampe rumah , sms lagi biar gak kesasar J” balasku .
Beberapa jam kemudian hp ku berbunyi tanda ada sms masuk.
“udah mau sampai nic , rumah kamu yang mana “ sepertinya dia sedikit tersesat
“kamu masuk gang kecil di depan kamu ya…” aku mengisyaratkan. Maklum rumahku yang agak ribet rutenya dan hanya memiliki 4 tetangga saja dengan suasana sepi dan gelap.
Di ruang tamu kami pun merasa canggung . aku sesekali melihat kearahnya dengan mencuri – curi pandang tak ingin sampai ketahuan dan begitupun sebaliknya.
“ udah lama ya kita gk ketemu “ rohit membuka obrolan
“ iya udah lama baget , dulu pernah mau ketemu tapi gak jadi “ jawabku dengan agak canggung
“ iya pas mau jenguk mas pras di gigit tomcat” dia kemudian memperhatikanku
“ hhhaaa ia “ ketawa kecil
“ terus gimana sama mantan kamu “ dia menohok pertanyaan yang membuatku terbata – bata dalam menjawab
“ eemmbbb…udah ya jangan bahas dia “ aku mencoba mengalihkan pembicaraan dia terlihat senyum.
“gimana dengan kita ?” tanyaku mencari jawaban atas status kita saat ini.
“ iya ini mau bilang , aku suka sama kamu. Mungkin dulu aku masih terlihat kayak anak kecil tapi aku serius ingin pacaran dengan kamu” dia menatapku tajam. Jarak kita memang agak jauh karena aku gak berani deket – deket cowok kalau sedang berada dirumah.
Disisi lain aku ingin mengatakan iya , tapi disisi lain aku takut karma karna tak menganggap pacarku ada.
“ iya aku mau “ jawabku asal ceplos kemudian aku sadar apa yang telah aku ucapkan.
“thank you mbak bro “ candanya (mbak bro : sebutan dia buat aku waktu awal pertama kita ketemu) dan saat itu hatiku merasa berbunga – bunga. Tahun ini bisa punya pacar yang sangat nyaman. Dia bisa diajak curhat , suka becanda dan suka film yang sama yaitu film india.
Beberapa hari kemudian cowokku (satria) datang kerumah untuk silaturrahmi. Seperti biasa ibuku tidak menyambutnya karena ibu merasa tidak cocok degan dia
“ yank “ sembari senyum- senyum
“ apa “ jawabku agak ketus
“kamu kog berubah sich “dia agaknya terheran dengan sikapku selama ini. Entah dia tahu apa tidak apa yang telah aku perbuat ke dia.
“berubah gimana ce, kamu tuch yang berubah “ sembari masih terlihat acuh.
“sms jarang di bales , bilang nya gak da pulsa eh ternyata facebookan , coment- comenan sama cowok “ sedikit dengan nada tinggi.
“ sama “ jawabku singkat , Nampak dia terdiam tak berani membuka suara”
“ kog sama ? “ dia Nampak cengengesan tanda tidak serius atau merasa tersindir.
“ kamu pikir aku gak tau , aku udah tau semua “ pungkasku sebal.
“ mungkin kamu saat ini capek yank habis keliling kerumah saudara , kamu istiraha aja yank aku pamit pulang” dia Nampak mengalihkan pembicaran dan berpamitan untuk pulang.
 Hari – hari berikutnya aku jalani dengan pacaran dengan rohit. Aku cukup bahagia kala itu. Aku mengenalkan dia pada keluargaku dan begitupun sebaliknya. Dia sering main kerumah , dia sering antar jemput aku kerja (kalau hari sabtu). Dan keponakanku (azka) sangat suka sekali dengan rohit. Hampir tiap kali week end kita sering hang out bareng. Ke rumah kakak perempuanku (2) di pesona candi , main ke trawas , bahkan sampai main ke bromo untuk hunting foto (foto berdua dengan foto grafer mas pras yang punya camera DSRL).
Selang dengan berjalannya waktu , hari – hari bahagiaku sempat terusik dengan adanya masalah. Diam – diam di pabrik tempat dia kerja ada seorang cewek yang juga naksir sama dia. Mereka seling pulang kerja bareng , makan dikantin bareng dan kalau lagi gak hang out sama aku , dia pergi dengan cewek itu. Awalnya aku tak percaya tapi teman maupun saudaraku yang bekerja disana mengatakan hal yang sama kalau dia selingkuh. Aku sempat menanyakan hal ini padanya tetepai dia selalu mengelak dan marah – marah kalau aku terus Tanya masalah tersebut. Aku berusaha percaya sama dia. Hingga suatu ketika aku membajak akun facebooknya dan melihat semua percakapan dengan cewek tersebut. Hatiku yang selalu berbunga – bunga apabila ketemu dengan dia kini menjadi layu. Seperti bunga yang lama tak disirami. Seperti bunga yang awalnya indah nan harum dan kini terlihat usang dan tak berbau wangi lagi.aku pun bersikap biasa seolah – olah tak terjadi apa- apa. Sering kali kita berantem soal masalah sepele tapi aku selalu mengalah demi keutuhan hubungan ini. Aku masih memikirkan hubungannya dengan keluargaku.
Sampai suatu hari dia berpamit untuk pergi ke jogja untuk menghadiri Aniversary club motornya. Direncana awal dia mengajakku , tapi setelah ada maslah dia tak jadi mengajakku. Alasannya gak ada cewek yang ikud dan ongkos dia tak cukup. Malam itu sebelum dia pergi dia sempat kerumah untuk berpamitan.
“ aku berangkat ma “ ujarnya ( mama :panggilan sayang dia ke aku , tapi kedengarannya terlalu alay).
Kemudian dia memelukku , terasa hangat kembali jantung ini dag dig dug. Perasaan yang sama kembali menyeruak saat pertama masa pacaran kita yang begitu indah.
“iya ayah “ jawabku seraya tak ingin melepas pelukan ini.
Dia berlalu di kegelapan jalanan rumahku , malam itu aku kembali bahagia. Aku hilangkan semua prasangka buruk terhadapnya. Sampai beberapa hari kemudian dia memposting foto dia saat berada di parangtritis dan menuliskan namaku disana inchies bunga itu perlahan mekar kembali.
Berbeda dengan ceritaku dengan satria , sejak dari rumahku tempo hari dia semakin perhatian kepadaku. Sampai suatu hari dia memberanikan diri datang ke sekolah untuk menemuiku.
“miss fitri di cari temennya “ pak satpam menghampiriku yang tengah mengajar
“ siapa pak “ jawabku kaget
“ namanya ria “ tutur pak satpam lagi
“ bilang tunggu sebentar ya pak , ini anak – anak mau pulang”. Pak satpam pun berlalu
Pukul 12.00 waktunya anak – anak pulang , seperti biasa aku mengantarkan mereka sampai dijemput oleh orang tua mereka. Setelah selesai aku menghampiri seseorang yang mengaku nama temenku yang pada dasarnya tidak tau tempat kerjaku sekarang.
“kamu” aku kaget ternyata satria yang berpura – pura menjadi ria.
“aku tau kamu kecewa , tapi dengan cara ini aku bisa bertemu dengan kamu” tuturnya menggebu-gebu.
“ ada apa lagii sich , aku lagi sibuk “ mencoba mencari alasan.
“ bisa keluar sebentar ,pliissss sebentar aja. Janji habis itu aku gak ganggu kamu lagi.
Aku pun mengiyakan , aku ijin keluar sebentar pada admin sekolah.
“kita boncengan aja ya “ dia menawarkan , tapi aku acuh . aku lebih mengendari motor sendiri.
Kita pun berhenti di ATM BCA deket sekolah Sang Timur. Dia meminta Atm ku dan masuk ke dalam tak berapa lama dia keluar.
“ ini buat kamu “ dia menyodorkon uang 50ribu
“buat apa ?” aku terheran
“ak tau selama ini aku gak pernah ngasih uang jajajn sama kamu , kini aku sadar aku terlalu menyia – nyiakan kamu “
Dalam hati ku bergumam “ kemana ajaa loo , selama ini loo amnia. Lo pikir gue apa gak dianggap!”
“udah ya aku balik dulu , maksih buat uang jajannya. Ku nyalakan mesin tanpa menghiraukan dia . dia sempat memaki – makiku di sms , banyak kata – kata jahat yang ia tulis tapi aku belagak cuek. Dan sejak saat itu dia pun mutusin aku lewat sms.
Sepulangnya rohit dari jogja dia kembali jarang menemuiku. Di sms gak pernah di bales , di whatsapp  Cuma dibaca do’ang. Sampai pada suatu ketika aku ingin menganti hape nokiaku dengan hape yang sedikit canggih seperti android (mungkin ada wc di hape , atau ada kulkas jadi waktu haus bisa pencet tombol menu keluar 1 jus buah naga J)
Kami pun pergi ke DTC Surabaya. Melihat – lihat hape yang bagus – bagus dan sampailah pada pilihanku dan Rohit Sony Experia J senilai 2.030.000. yang paling exited sekali yaitu Rohit karena dia pengen banget beli hape canggih , sehingga dia duluan yang membawa hapenya.
Seminggu aku menanti hape sony ku bisa ku pegang akhirnya dia mengembalikannya padaku. Dan sejak kejadian itu dia kembali merubah sikapnya. Dia hampir tak pernah mengabari apa yang sedang dia lakukan. Terakhir aku liat status di facebooknya “ terima kasih malam ini “ sent 01.00 itu tandanya dia pulang kerja bersama cewek yang akhir – akhir ini datang di kehidupan kita.
Sampai pada malam tahun baru dimana orang – orang penuh suka cita merayakan pergantian tahun itu. Yang pacaran bisa liat kembang api bareng dan pas pukul 00.00 mereka saling mengucapkan Happy New year dan semoga kita bisa sama – sama terus dan ciuman sungguh itu moment romantis.
Siang itu 31 desember 2013 , meme berencana mengajakku untuk merayakan pergantian tahun dirumahnya. Dia mengadakan acara bakar jagung dan ikan bersama dengan keluarganya. Meme tak pernah absen mengajakku untuk melakukan kegiatan apapun meski mengajak serta pacarnya. Buat aku meme dan supri (pacar meme sekaligus temen Smpku) temen yang selalu ada disaat aku tengah terpuruk memikirkan nasib kisahku yang selalu berakhir tragis.
“ rohit gak ngajakin keluar ?” Tanya meme membuka percakapan. Kala itu kita sedang berada dipasar ikan sembari memilih ikan mana yang bagus untuk kita bakar J
“ gak tau me , kayak nya ini gak bisa diterusin”
Tuturku sembari memilih – milih ikan.
“ gak usah sedih ya , mungkin memang dia bukan yang terbaik buat kamu. Lagian dia juga masih anak kecil banget “ celetuk meme yang memang dari awal tidak setuju aku sama dia. Selain usia kita berbeda 1 tahun , rohit juga sukanya menang sendiri gak mau dikalahin jadi childhis banget.
“mending kita gak usah bahas dia , nic bagus nic ikannya “ aku mencoba mengalikan pembicaraan.
“ oke , pokonya ntar malem kita harus seneng-seneng “.
Memang rohit sering sekali bilang putus sama aku , tapi aku selalu menolak karena aku sayang banget sama dia , karena orang tuaku sudah klik smaa dia , aku juga gak pengen ibuku kecewa. Aku selalu mengalah atas sikapnya yang keras kepala. Namun entah kenapa hari itu aku merasa hati ini tenang , seolah apa pun yang nantinya di katakana Rohit akan aku terima dengan lapang dada sekalipun dia benar – benaraku mutusin aku.
Di wall whatssapp aku mengupdate status seneng banget bisa ngelewatin malam tahun baru sama mereka J post foto kita bertiga (aku , meme dan supri) tak berapa lama ada pesan masuk di whatssapp
“kog belom tidur”pesan dari rohit
“iya ini lagi sama meme bakar ikan J” balasku
“yasudah nanti kalau pulang hati – hati ya J” balasnya
“iya “
Setelah berbasa – basi dia pun akhirnya mengirimkan kata – kata yang intinya ingin mutusin aku. Dia sebenernya berat untuk ninggalin aku dan keluargaku. Dan dia sangat tau kalau dia sayang banget sama aku. Entah itu hanya gombalan atau beneran dari lubuk hati yang terdalam.
Waktu itu aku tak meneteskan air mata , tidak seperti biasanya aku selalu menangis dan memohon agar hubungan ini gak berakhir. Namun kali ini sungguh berbeda aku pun membalas dengan jawaban “iya gak papa , mungkin ini yang terbaik. Dan aku akan bilang ibu kalau kita udah gak sma – sama lagi “jangan “ dia Nampak menolak
“aku gak ingin keluargamu tahu dulu kita putus  aku masih sayang sama mereka”tambahnya lagi
“iya”
Tahun baru kali ini membuathatiku sepi. Tidak seperti mereka yang sedang berbahagia di malam yang penuh dengan kerlip kembang api ini. Aku menyadari selama ini aku selalu menjadi yang terbaik untuk dia , selalu menghargai dia tapi pada kenyataaanya semua harapan dan perjuanganku hanya sia-sia. Dia tidak bisa berpikir dewasa dalam menjalani sebuah hubungan yang serius. Aku juga merasa bersalah karena aku mau berpacaran dengan anak yang baru gede (ABG)bisa dibilang kayak gitu. Dia lebih muda dari ku , dia sangat kekanak – kanakan dia gak bisa mengerti aku selain aku yang bisa mengerti dia.
Hari – hari aku jalani sendiri , awalnya memang canggung dan ada sesuatu yang hilang. Tapi aku mencoba menutupi perasaan ini. Aku bersandiwara dari semua orang yang dekat dengan ku. Sering kali mereka menyakan tentang keberadaanya yang sekian lama tak Nampak ku berjalan beriringan dengan dia. Ya semua awal yang indah dulu perlahan hilang seiring berjalannya waktu, dan aku mulai belajar untuk melupakan dia.
Sesekali dia mengirim pesan singkat kepadaku , sekedar menanyakan kabar ataupun kabar ibuku. Dia mengingatkanku kembali atas janji yang pernah dia ucap. Dia ingin sekali mengajakku pergi ke pantai. Dan kali ini di pesan singkatnya yang ia kirim dia mengajakku pergi ke pantai di daerah malang selatan (pantai goa cina). Ebetulan waktu itu meme mengajakku pergi ke tempat yang sama.
“kamu bener mau pergi sama rohit ?” meme terheran dan seraya tak setuju
“iya me , dia mau nepatin janjinya yang dulu “ pungkasku.
“yasudah aku berangkat dulu ya “pamit meme yag berangkat lebih dulu.
Pukul 10.00 kita baru berangkat dengan aku menjemput dia dirumahnya.
Sepanjang perjalanan kita canggung. Hampir tak ada obrolan sampai pada suatu pom bensin dia membuka percakapan.
“kenapa gak pegangan ? , perjalanannya cukup jauh lho “ candanya sembari menggoda.
“hheeee iya tapi kita bukan siapa-siapa lagi kan “ aku berusaha menutupi perasaan ini.
“aku kangen kamu , aku pengen peluk kamu , tapi aku gak bisa “gumamku dalam hati
Sesampainya di pantai , aku mendapati meme dan supri udah mau pergi dari sana.
“bolo , aku pulang dulu ya… kamu sich lama ini juga mau hujan” pamit meme
“hati – hati ya” sambungnya lagi. Kami pun bersalaman dan kami berpisah.
Hari itu aku seperti mendapati rasa cinta yang pernah aku rasakan. Deg-deg an saat berada disampingnya , merasa jadi salting saat dia ingin memotretku. Entahlah aku juga tak mengerti. Yang aku tau bahwa hati ini merasa bahagia tiada terkira.
Dia menceritakan sedikit kisah yang dialami pasca putus dengan ku. Dia sempet deket dengan cewek , sempet mau balikan sama mantannya , dan patah hati  sma cewek temen kerjanya itu (yang sering nebeng dan naksir doi) ternyata udah punya pacar.
“ternyata kamu lebih baik”gombalnya
“hhhaaa biasa aja” tandasku yang gak ingin terbawa rayuan.
Hujan pun turun , mendung begitu gelap. Kami menepi mencari tempat berteduh. Orang-  orang disekeliling juga sedang sibuk mencari tempat berteduh. Sampailah kita pad satu saung , disana banyak orang yang berteduh , sepertinya mereka selesai camping disana. Ak menggigil kedinginan dia menatapku , menawarkan jaket yang ia kenakkan untuk menghangatkanku aku menolak.
Hujan Nampak berhenti , kami pun memutuskan untuk pulang. Udara hari itu sangat dingin, selain deket dengan pegunungan karena hari itu habis turun hujan. Dia menyuruhku untuk memeluk dia dan berpegangan erat , aku pun melakukannya. Hatiku semakin berdegup tak karuan , Tuhan maafkan aku aku tak bisa menepati janji pada hati ini (aku bergumam).
Sejak saat itu kami mulai whatsappan lagi , tanpa ada status berpacaran. Layaknya teman tapi mesra , akuberusaha menutupi dari ibuku dan kakakku. Kerena semenjak mereka tau Rohit mutusin aku , mereka menyuruhku untuk bisa melupakan dia.
Malam itu kami janjian sembunyi – bunyi. Lagi-lagi aku menjemput dia di gang rumahnya. Malam itu rintik huajn masih membasahi sepanjang perjalan kita menuju Pandaan. Sekedar mengajakku untuk melihat kertlip lampu kota dari ketinggian Kota Pandaan yang sejuk.
“bagus ya..” ujarnya
“iya , makasih udah mau mengajakku malam ini” aku tersenyum.
Aku kembali meneguk satu gelas susu coklat hangat yang aku pesan malam itu di satu tempat ngopi.
Malam itu begitu singkat setelah asik mengobrol begitu lama , dia mengajakku pulang.
Dan lagi sejak kejadian yang membahagiakan itu , dia kembali menghilang. Kabar yang aku dengar dia sudah menjalin kasih dengan salah satu teman di facebooknya , dan kini dia sudah bertunangan dengan gadis pilihannya itu. Dia sering sekali memposting foto kemesraan mereka yang dulu aku rasakan juga. Aku bergumam kenapa waktu begitu jahat. Sejenak waktu membuatku bahagia dan sesaat pula hati ini sakit kembali oleh luka. Ya aku tau pasti bahwa semua yang di jalani dan dirancang ini adalah sat dari sebuah cerita. Terkadang kehidpan gak selalu bahagia , ada tangis dan sakit di dalamnya. Dan aku menyadari mungkin Tuhan mengirimkan seseorang yang tidak tepat , sebelum aku benar – benar menemukan orang yang tepat untuk ku. Menemukan tempat tulang rusukku berada. Kedewasaan seseorang bukan dari setiap apa yang ia ucap , namun dari pemikiran dan sikap dia bagaimana ia menghargai dirinya sendiri maupun menghargai orang lain. Mungkin benar , ini karma buat aku , karena aku menyia-yiakan orang yang benar-benar sayang sama aku. Mungkin cara dia menyampaikannya salah sehingga membuatku salah paham. Dan dalam suatu cerita kehidupan ini akan ada timbal balik , akan ada sebab akibat.
Kenapa orang bisa jatuh cinta?
Kenapa orang bisa patah hati?
Kenapa hati ini selalu merasa bahagia?
Kenapa hati ini terlalu sakit saat dihianati?
Satu pengalaman cerita cinta ini , mencintai cowok yang 1 tahun lebih muda(bronis). Layaknya kue brownis , di masak dengan waktu yang pas akan menyajikan kue yang enak namn lezat. Namun apabila kita terlambat untuk mengangkatnya rasa dan tampilannya akan berubah. Akan gelap , pahit ,usang dan dibuang.
Melangka maju , move on di depan masih banyak pemandangan yang lebih indah. Masih banyak cerita dan pelajaran. Tetap semangat ^_^


The end…………………………………………






Kamis, 05 Februari 2015

Boneka Kayu




Nenek ku pahlawanku , itulah salah satu judul wali band. Dan itu merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan sosok nenek dimataku.  Hari ini Nampak hujan lebat , tadi sore sepulangku kerja aku mendapati ibuku dan bulek sedang asik bercengkrama. Setelah memasukkan mac queen (sepeda kesayanganku) aku turut berkumpul bersama mereka.  Tiba – tiba Ibu masih membahas masalah kisah cintaku.
“gak kayak tohir gak serius. Terus lagi rezky udah putus malah minta balikan lagi” ibu Nampak sebal.
“aku lho udah gak berhubungan sama mereka “ aku menggerutu
“kamu itu nurutaja apa kata ibu “ ibu lagi – lagi menasehati ku masalah masa depan.
Mumpung bulek dirumah aku tunjukkin aja foto alm. Kakek yang di hapeku.
“hembbb jadi inget si embah “ tutur bulek sembari terus memandangi foto alm kakek
“ aku bisa liat gimana si embah waktu nyawanya diambil” tambah ibu yang kemudian menceritakan detik-detik kepergian si embah. Baik itu kakek da nenek.
“ibu masih ingat waktu mbah mu meninggal , beliau berkata pada ibu “ ibu kemudian bercerita lagi.
“waktu itu pas malem , tiba-tiba mbah (nenek) memanggil ibu dan berbisik “liat fitri kayak boneka kayu yang ada di dalam toko , cantik “ nenek Nampak tersenyu “cerita ibu membuat aku terenyuh.
Nenek buat aku ada seorang pahlawan buat diriku sendiri. Waktu kecil aku jarang sekali solat hampir sehari paling Cuma maghrib doang , dan nenek tak henti-hentinya menasehatiku agar ke jalan yang benar. Dan pada suatu hari aku semangat solat 5 waktu karena nenek.
“ ayo fit solat , nanti diajak mbah keliling naik becak” ya itu salah satu kata-kata nenek yang membuat aku semangat. Selain aku diajak pergi aku juga di iming – iming dibeliin jajan sungguh aku yang yang gak niat. Mau solat kalau harus di bo’ongin dulu J. Lama kelamaan aku pun sadar dengan sendirinya  aku pun mulai melaksanakan solat tanpa paksaan maupun pamrih.
Sama halnya dengan menyapu rumah atau bersih – bersihrumah. Nenek selalu memarahi aku maupu menasehati untuk selalu melakukan kegiatan yang seharusnya di lakukan cewek pada umumnya (memasak , menyapu , mengepel , mencuci dll) tapi emang dasarnya aku males jadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri J. Sejak nenek ku mulai sakit aku berusaha menunjukkan pada nenek kalau aku mulai belajar untuk melakukan semua yang katakana nenek. Dan lagi – lagi meski tanpa paksaan aku dengan sendirinya melakukan hal – hal tersebut.
Dan sekarang au merasa kehilanagn seseorang nenek yang begitu berjasa untuk hidupku. Karena kasih sayang yang diberikan nya kepadaku membuat ku sadar bahwa semua harus dimuali dari diri sendiri untuk melakukan sesuatu dan akhirnya akan berguna untuk kita. Aku  perlahan – lahan mulai mengikuti jejak nenek. Dari puasa seni-kamis , solat dhuha dll.
Aku akan selalu menjadi boneka kayu buat nenek. Aku yang selalu membuat nenek jengkel marah dan gemes terhadapku. Nenek ku sayang aku akan selalu merindukanmu. Semoga engkau bahagia di alam sana. I miss you grandma :*
Alm.ibu ASMINAH