Jumat, 30 Januari 2015

MONALISA

Beberapa waktu yang lalu , aku berkenalan dengan seorang cowok di facebook yang tak lain adalah teman sekolah mantan ku dulu. Kami pun sering berbalas koment , mantion-mantion sampai bbm an. dan seminggu sebelum lebaran kemarin , dia memeberiku sebuah hadiah yaitu dua ekor ladak mini yang sudah aku impi-impikan sejak dulu. dia dengan baik hati memberikannya padaku karena dia sayang sama aku. sayang dalam kata lain sebagai seorang kakak. selain itu dia juga akan bekerja di jakarta dengan jangka waktu yang belum dipastikan. dengan riangnyakau bawa dua landak mini tersebut ke rumah , dengan konsekuensi aku bakal diomeli sama ibu. dan benar sampai dirumah aku dihujani dengan berbagai macam pertanyaan dan omelan kecil. 

" dapat dari mana?" 

" ribet gak ngurusnya ?" blaa blaaa blaa . dan yang bikin aku agak menciut ketika ibu bilang "awas aja ya kalauu sampai mati dan kenapa-m kenapa , jngan sampai nangis kayak waktu di tinggal barra (kelinci kesayanganku) yang mati karena keracunan makanan.

dan kahirnya setelah 3 hari berada dirumah , si lissa kabur tanpa sepengetahuanku. akupanik kenpa dia bisa kabur?? . dalam benakku berkata " ternya melihara landak minni sangatlah susah dan gak sesuai denhgan tampangnya yang lucu , imut dan menggemaskan itu . sikapnya yangn beringas dan tidak lupa tanganku yang tertusuk-tusuk duri lembutnya itu. tak selang sehari kemudian si moa hilang juga lengkaplah penderitaanku. bagaimana tidak kalauuu temanku bertanya landaknya bagaimana???/ :0. dan kemarin ibuku berteriak heboh , karena beliau menemukan si mona yang tersangkut jaring tetangga di sebuah pekarangan miliknya. tetanggaku menggira kalau itu sikat pakaian ternyata itu monna. aku dan ibuku merasa riang , dan ibuku berinisiatif untuk mengunci semua sudut lubang yang memungkinkan mona bakal lolos lagi. dan tadi pagi aku mendapatkan kabar kalau si monna kabur lagiii... sungguh menyebalkan.... :(
Buat Mona sama Lisa cepat pulang sayang , jangan main- main mulu nanati kamarnya tak kasih AC biar kamu betah...hahahahahah :D
dimanapun kalian berada semoga kalian selamat dari segala marabahaya yang kalian hadapi. LOVE YOU  LANDAK MINNIKU :*

Boneka Kayu



Nenek ku pahlawanku , itulah salah satu judul wali band. Dan itu merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan sosok nenek dimataku.  Hari ini Nampak hujan lebat , tadi sore sepulangku kerja aku mendapati ibuku dan bulek sedang asik bercengkrama. Setelah memasukkan mac queen (sepeda kesayanganku) aku turut berkumpul bersama mereka.  Tiba – tiba Ibu masih membahas masalah kisah cintaku.
“gak kayak tohir gak serius. Terus lagi rezky udah putus malah minta balikan lagi” ibu Nampak sebal.
“aku lho udah gak berhubungan sama mereka “ aku menggerutu
“kamu itu nurutaja apa kata ibu “ ibu lagi – lagi menasehati ku masalah masa depan.
Mumpung bulek dirumah aku tunjukkin aja foto alm. Kakek yang di hapeku.
“hembbb jadi inget si embah “ tutur bulek sembari terus memandangi foto alm kakek
“ aku bisa liat gimana si embah waktu nyawanya diambil” tambah ibu yang kemudian menceritakan detik-detik kepergian si embah. Baik itu kakek da nenek.
“ibu masih ingat waktu mbah mu meninggal , beliau berkata pada ibu “ ibu kemudian bercerita lagi.
“waktu itu pas malem , tiba-tiba mbah (nenek) memanggil ibu dan berbisik “liat fitri kayak boneka kayu yang ada di dalam toko , cantik “ nenek Nampak tersenyu “cerita ibu membuat aku terenyuh.
Nenek buat aku ada seorang pahlawan buat diriku sendiri. Waktu kecil aku jarang sekali solat hampir sehari paling Cuma maghrib doang , dan nenek tak henti-hentinya menasehatiku agar ke jalan yang benar. Dan pada suatu hari aku semangat solat 5 waktu karena nenek.
“ ayo fit solat , nanti diajak mbah keliling naik becak” ya itu salah satu kata-kata nenek yang membuat aku semangat. Selain aku diajak pergi aku juga di iming – iming dibeliin jajan sungguh aku yang yang gak niat. Mau solat kalau harus di bo’ongin dulu J. Lama kelamaan aku pun sadar dengan sendirinya  aku pun mulai melaksanakan solat tanpa paksaan maupun pamrih.
Sama halnya dengan menyapu rumah atau bersih – bersihrumah. Nenek selalu memarahi aku maupu menasehati untuk selalu melakukan kegiatan yang seharusnya di lakukan cewek pada umumnya (memasak , menyapu , mengepel , mencuci dll) tapi emang dasarnya aku males jadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri J. Sejak nenek ku mulai sakit aku berusaha menunjukkan pada nenek kalau aku mulai belajar untuk melakukan semua yang katakana nenek. Dan lagi – lagi meski tanpa paksaan aku dengan sendirinya melakukan hal – hal tersebut.
Dan sekarang au merasa kehilanagn seseorang nenek yang begitu berjasa untuk hidupku. Karena kasih sayang yang diberikan nya kepadaku membuat ku sadar bahwa semua harus dimuali dari diri sendiri untuk melakukan sesuatu dan akhirnya akan berguna untuk kita. Aku  perlahan – lahan mulai mengikuti jejak nenek. Dari puasa seni-kamis , solat dhuha dll.
Aku akan selalu menjadi boneka kayu buat nenek. Aku yang selalu membuat nenek jengkel marah dan gemes terhadapku. Nenek ku sayang aku akan selalu merindukanmu. Semoga engkau bahagia di alam sana. I miss you grandma :*
Alm.ibu ASMINAH

      

Sabtu, 24 Januari 2015

Balada kaki seribu



Mengingat kembali masa kecil sangatlah menyenangkan. Banyak sekali kejadian lucu , konyol dan aneh layaknya anak kecil pada umumnya. Dan mainan favoritku keika aku bermain dengan teman sebayaku waktu kecil adalah main masak – masakan. Bermodalkan tutup biskuit  KONG GUAN , lilin (dilelehkan untuk pengganti minyak) batu bata (menghalangi angin yang berhembus agar api tidak padam) sampah (daun kering , maupun plastik sebagai sumber api).
Dan ceritanya dimulai dari Reni (tetanggaku ) mengajakku main masak – masakan. Waktu itu siang dan hari jum’at dimana banyak orang –orang (laki2 khususnya).
“mbak fitri , main yuk “ teriaknya
“tunggu bentar ya aku naruh piring dulu “ aku bergegas masuk untuk meletakkan piring sehabis makan.
Hari itu hanya kami berdua yang main. Teman – teman yang lain sedang asik bobok siang dirumah masing – masing.
“nic aku sudah bawa penggorengan , sama lilin jadi kita langsung main aja” ajak reni yang sering banget modal barang – barang yang akan digunakan.
“ tapi dimana ? , sebentar lagi orang – orang pada lewat sini” pungkasku sembari mencari tempat yang aman buat kita main masak – masakan tanpa di ganggu tetangga yang halamannya kita pakai untuk masak – masakan yang kerap kali sangat mengotori sekali.
“kita main di pekarangan sana yuk “ tunjuk rena yang ia rasa tempat nya sangat aman dan nyaman (hunian kaliii)
Pekarangan itu tak jah dari rumahku selain rindang dan sedikit agak serem (banyak tumbuh ilalang maupun tanaman merambat yang menggaggu lainnya) sekaligus dekat dengan sungai.
“baiklah” aku mengiyakan
Kami asik bermain seolah – olah kita ini koki yang lagi mendemokan masakan kepada penonton layaknya  FOODY WITH RUDY”. Setelah banyak masakan aneh yang kita ciptakan , akhirnya ide dan bahan – bahan yang digunakan habis.
“ terus kita buat apalagi ini? “tanyaku sembari asik mengaduk masakan ongseng – oseng sayur.(dengan minyak lilin J)
“ wah lilinnya mau habis juga , habis ini aku pulang dulu ngambil lilin terus kita masak lagi “ papar reni yang asik mencari bahan untuk kita goreng.
:mbak fit tolong siapin minyak (lilin) kita mau goring ini “ sembari berlari. Nampak ditangan reni membawa sebatang lidi yang menusuk hewan berwarna merah dan berkaki seribu , ya itu kaki seribu.
“ih kog goreng itu sich , kan kasihan “ aku sedikit geli dan merasa iba
“udah , daripada gak ada lagi yang kita goreng” reni cengengesan
“ tapi kan kasihan , tuch liat sampek ngeliat- ngeliat gitu” ya benar seperti cacing kepanasan , si kaki seribu itu terus berontak.
“aku pulang dulu ngambil lilin mbak. Kalau kaki seribu nya udah kecoklatan , angkat lalu tiriskan” teriak reni sembari meninggalkanku.
Dalam benakku , “emang ini acara masak ditelevisi “ gumamku. Aku merasa takut , di pekarangan yang rimbun gak ada teman, hari jum’at pula. Konon katanya kalau siang – siang main di pekarangan apalagi pake acara mengganggu bubuk siang nya hantu , hantunya bakal marah. dan jelas bukan hantu ang marah melainnkan kawanan kaki seribu yang mencoba mengejarku.
setelah kaki seribu nampak diam dengan tubuh yang berubah kecoklatan aku mengangkatnya dari penggorengan. tanpa ku sadari aku berada di kawasan rumah si kaki seribu hidup. melihat kawannya tewas dengan tidak wajar mereka tiba- tiba muncul dari semak - semak dengan muka memerah (emang badannya merah kaliii). banyak banget hampir setiap penjuru ada makhluk menjijikkan itu (buat aku)
"aaaaaahhhhhhhhhhhhh" teriakku
renei yang mendengar teriakanku mencoba menghampiriku
"ada apa mbak?" panik
"tuch liat gara-gara kamu banyak kai seribu disini" aku ketautan
"masakk sich " 
"mereka iba liat temennya mati mengenaskan , mungkin mereka balas dendam.. ayoook pulangg,,,," sembari lari menyeret  tangan reni
dan sejak saat itu aku takut sekali sama hewan kaki seribu itu. memang rumahku deket pekarangan dan kaki seribu banyak tinggal disana. makanya tiap kali aku melihat doi dari kejauhan rumahku , aku pasti minta ibu mengusir dia tanpa alasan apapun. karena aku takut mereka bakal balas dendam karena dendammereka belum terbalaskan..hhhaaaaa LOL :) 

Jumat, 16 Januari 2015

Bayi ( fitri yang paling muda)



Awal masuk SMP , tepatnya di kelas 7B. Aku masih belum mengenal dengan teman dan suasana baru disana. Hanya beberapa yang aku kenal dan mereka merupakan teman waktu SD ku. Masuk disalah satu SMP NEGERI  itu membikin aku senang. Karena sekolah dekat dengan rumah , dan biaya sekolah yang lumayan murah.

Suasana di dalam kelas , saat pemilihan ketua kelas , sekretaris dan bendahara kelas. Betapa kagetnya ketika namaku dijadikan salah satu kandidat pemilihan. Dari beberapa anak yang dicalonkan , akhirnya aku terpilih menjadi bendahara kelas , dan ketua kelasnya Suprianto ( cowok yang angkuh dan suka semenah- menah. Tak ayal semenjak dia menjadi ketua kelas , kelas Nampak disiplin. Kenapa tidak dia selalu membawa penggaris besar kemana- Kaman seraya mengamankan suasana kelas. Dan aku menjadi salah satu korbannya ketika dia marah. Bagi dia cewek polos seperti aku cocok banget buat bahan amukan. Dan sikap itulah yang membuatku sedikit takut kepada dia. Cara kerjaku selalu salah dimatanya. Seperti contoh waktu itu aku sedikit melakukan kesalahan karena aku lagi asik ngobrol dengan teman sebangkuku. Melihat it su supri marah dan menghampiriku…

       “ hey bayi , kamu jangan rame aja !!!” teriaknya sambil memukul penggaris. Membuat aku kaget dan terdiam..
       “sekali lagi rame , aku pukul nic…” dengan muka merengut kayak ban kempes dia agaknya sedang marah.

Alasan supri mulia banget , pengen menciptakan suasana kelas yang tertip dan disiplin sehingga kesan baik akan dirasakan setiap guru yang masuk ke kelas kami. Dan satu hal yang membuat penasaran kenapa aku di panggil bayi sama makhluk super seperti supri ini.
       Suatu hari aku mencoba mendekatinya semoga dia sedikit jinak J.
“ pri aku mau nanya “ aku malu-malu
“Tanya apa kamu “dengan nada ramah. Tumben banget dala benakku.

“ kenapa kamu manggil aku bayi , aku kan udah besar 

“ tuturku mencobamencari jawaban
“hhhhaaaaaa….” Tawanya. “ liat tuch tahun lahirmu 93 kan , yang lain pada 92 kamu doing yang 93. Makanya kaloo belom waktunya sekolah tuch jangan suka maksa sma ortu “ celotehnya sedikit mencibir. 
“ gitu ya…” jawabku polos. aku pun beranjak dan mulaiberpikir. Jadi selam ini alasan dia manggil aku karena aku lebih muda dari temen2 sekelas lainnya. Dan lagi aku terliat lebih cupu dari temen2 lainnya. Bagaiman tidak waktu itu dandanan anak SMP ala aku itu Cuma rambut di kuncir satu kebelakang , dan memakai rok seragam sampe perut, betapa cupunya ya,,, J

Jumat, 09 Januari 2015

FITRI = PETRUK



Siapa yang tak mengenal nama Semar , Petruk , dan Gareng ? Tiga punakawan tersebut cukup terkenal dalam cerita perwayangan. Aku yakin pasti semua orang punya nama kecil maupun nama panggilan. Begitu pula dengan ku. Aku tumbuh dengan postur tubuh kurus tinggi langsing ( kutilang ) :D gak langsing sich malah terlihat seperti kurus kering kerontah..hhhaaa (lebay) :p .bermula dari lingkung keluargaku dan merambah ke dunia luar dimana aku bersekolah , bermain hingga aku beranjak dewasa. Semua memanggilku dengan nama Petruk. Entah lah itu panggilan sayang atau sekedar nama panggilan yang mewakili keadaan tubuhku ini.

          Suatu hari saat aku sedang fokus bekerja , tiba – tiba seorang setterku (sebut saja dia JOKO :D) datng tiba – tiba dengan melihat-lihat hasil kerjaku..
“gimana mesinnya enak ?” Tanya Pak JOKO yang sedikit membuat aku kaget.
“enak Pak semoga hasilnya gak banyak NG nya heeeee .” jawabku sembari senyum.
Terdengar suara memanggil…
“Joko” panggil seseorang dari sudut lorong line tempat ku berdiri. Pak Joko pun menghampiri sesorang diujung lorong tersebut. Dengan penasaran aku pun menoleh kea rah suara tersebut. Dan oohhh tidak dia kakak (laki-laki) ku! (Sebut saja dia Pak Helos. Beliau salah satu leader di Line yang berbeda. Dan beliau juga merupakan saudara kandungku. Kami sengaja menutupi identitas kami agar tidak ketahuan atasan hheeee curang banget ya J . dana kalau aku bertemu dia aku suka manggil “Pak Dhe “ hhaaa dasar adek durhaka :D.

          Setelah agak lama Pak Joko pun menghampiri ku dan melihat hasil pekerjaanku lagi. “truk petruk gimana hasilnya “ Tanya pak Joko dengan nada sedikit becanda. “ apa pak ?” kaget seolah – olah mencerna kembali kata – kata pak joko. “ iyaa petruk gimana mesinnya , namamu petruk kan ?” ketawa..hhhaaaaaa :D  .” lho pak , pak Helos tadi bilang apa ke bapakkogk pak Joko manggil aku kayak gitu ?” aku pun diam dan sedikit marah. Aku gak pengen nama panggilan ku dibuat bahan ejekan kalau semua orang disana manggil aku seperti itu. “ ak bilang apa – apa , Cuma pesen nitip – nitip keponakkannya gitu “ sambil ketawa tak henti. “ ach sebel ach pak kalau semua orang tau aku malu pak. “ sambil terus bekerja . “udah ya petruk gak usah malu nama itu cocok kog buat kamu “ dengan nada mengejek . Aku pun terdiam.

          Dan sejak saat itu semua orang di line memanggilku dengan nama Petruk  yasudahlah nasi sudah menjadi lontong. Mungkin nama petruk cocok buat aku yang kurus ini. Dan mungkin juga itu panggilan mereka sama aku. Karena aku tau mereka pasti sayang sama aku hhheeeeee J #ngarep :p .