Rabu, 04 Februari 2015

Balada Radityadika




Kemarin tanggal 03 February 2015 hari selasa , merupakan hari yang aku tunggu – tunggu. Tahu kenapa? Aku mau ketemu radityadika untuk book signing Koala Kumal. Jauh- jauh hari aku sudah prepare buat acara tersebut. Salah satunya bolos buat ngajar. Ya itu perbuatan tidak baik , karena aku harus menelantarkan murid2 ku yang unyuk dan tak berdosa itu hanya untuk kegiatan yang gak penting (tapi menurutku itu penting banget pertama kali sejarah dalam hidupku). Akhirnya aku alasan pergi ke Malang untuk membetulkan nilai (alasan yang cukup masuk akal.) selain itu aku udah gak sanggup harus ngajar seharian apalagi kalau Raditya (murid Paudku) masuk. Karena hanya dia satu-satunya murid yang cukup bandel di klasku. Dia sering marah – marah gak jelas , coret – coret bangku , berantakin isi lemari kalau gak gitu gangguin temennya (temennya yang asik duduk bangkunya diambil secara paksa)
       Hari itu pun datang juga…. Pagi – pagi ibu terheran heran melihatku yang masih stay di rumah (biasnya jam 07.00 udah berangkat)
       “fit , tumben belom berangkat udah jam berapa ini ?”
Ibu yang sedikit mengomel
       “ hhheee sengaja ambil cuti “ aku cenggengesan (alasan agar ibu gak memarahikukarena aku harus pergi ke Malang lagi)
“ kamu itu kemaren sakit di sempet-sempetin masuk , sekarang malah bolos gak masuk “ suara ibu terdengar masih mengomel sembari menggantikan baju syafira (momongan ibu).
Ibu kemudian bergegas mengayu sepeda untuk mengantar syafira berangkat ke sekolah. Sementara itu aku sibuk ganti baju untuk segera berangkat ke malang bersama sepupuku.
       Sebelum berangkat kita menyempatkan diri untuk beli kacamata. Setelah itu caoo ke Malang city. Tujuan pertama kita ke Gramedia Malang deket alun – alun. Disana kami membeli beberapa buku. Salah satu buku yang aku beli adalah “marmut merah jambu” kami agak lama disana , selain melihat – lihat buku baru , kita menunggu teman sepupuku (rangga ) yang ingin ikut main sma kita. Jam menunjukkan puku 12.00 kita bergegas menuju Wilis (tempat buku murah). Disana aku kembali membeli buku yang berbau bang Radityadika. Entahlah setan apa yang telah memasukiku sehingga aku sangat mengefans sama dia hhhaaa :D
       Buku yang aku beli diantaranya : manusia setengah salmon , cinta brontosaurus , radikus makan kakus (bukan bintang biasa) ,sama buku DEE LESTARI supernova (ksatria, putrid dan bintang jatuh).
       Jam menunjukkan pukul 12.30 kami pun bergegas solat dan menikmati 1 piring batagor Bandung khas Malang ( lhoooo). Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Gramedia Malang Town Square (MATOS). Disana aku sedikit panic karena tiba – tiba Sim ku hilang L. Dengan semangat mengebu – gebu (ketemu bang dika )serta pikiran kacau karena sim ku hilang aku pun melangkah menuju TKP. Sungguh terlalu antriannya meeen…. Panjang banget…aku pun berusaha untuk antri untuk yang terdepan ternyata aku antrian di belakang sendiri , mungkin yang ke seratus sekian L tapi tak apalah yang penting bisa ketemu , salaman sama foto bareng.
       Tepat pukul 15.00 suara Radityadika membuka acara dengan menyapa fans –fans nya yang udah dengan setia menunggu dia. Setelah itu acara book signing pun dimulai. Aku sedikit ngiri sama yang antri duluan coz bisa foto sama bang dika berdua aja. Giliran 15 menit selanjutnya udah dibuka sesi foto barengnya rame – rame L. Perlahan – lahan antrian bergerak maju , selangkah lagi aku bisa bertemu langsung dengan bang dika.
       Finally , aku bisa sedekat ini dengan bang dika meski pose fotonya gak sampe pegang tangannya , yang penting aku bisa diajakin salaman sama dia.orangnya ternyata ganteng banget , putih , bersih , wangi lagi. Setiap yang selesai foto dia selalu bilang “ thanks genk” dengan senyum ramah di bibirnya. Sungguh hari itu menjadi hari yang membahagiakan buat aku , semua keinginanku bisa terwujud meski dengan sedikit kebohongan antara aku , sekolah dan rumah hhheeee J
       Di Matos aku juga sempet berkenalan dengan beberapa fans berat Raditya dika salah satunya bisa dibilang fanatic banget , sampe dibukunya di tulis yang menandakan dia orang Batak(intinya biar bang dika tau ,padahal bang dikanya agak cuek juga) malah pas sesi foto bareng aja bang dikanya nolak buat diajak foto berdiri. Nampak si gadis itu bersemangat sekali dengan teriak histeris.
       Pukul 16.00 kami pun bergegas pulang. Karena takut kemalaman , juga takut hujan. Di perjalanan pulang akhirnya hujan pun turun kami (aku dan sepupu) berhenti untuk memakai jas hujan , setelah itu kita melanjutkan perjalanan. Dan tak terduga buku yang kita beli (waktu pake jas hujan di bawa sepupuku (ratna) jatuh di tengah jalan. Kami pn panic akhirnya aku pun menepi dan tiba- tiba datang truk dari belakang yang membunyikan klakson kencen banget sehingga membuatku semakin panic dalam mengenderai motor. Untung saja aku bisa mengendalikan dengan baik , kalau gak kita bisa masuh sungai yang kebetulan lagi banjir besar. Ratna pun turun dari motor dan bergegas mengambil buku ynag terjatuh. Berharap banaget buku – bukutadi tidak terlindas ban mobil yang lewat. Setelah agak lama ratna pun berhasil membawa buku-buku itu. Meski sedikit lecek dan basah karena hujan setidaknya bisa diselamatkan.
       Hari itu merupakan hari yang membahagiakan dan menyedihkan. Bahagianya aku bisa bertemu Raditya dika dika sedihnya Kita hampir tertabrak truk dan kita hampir kehilanagn buku-buku yang kita beli dengan jumlah banyak dengan harga yang sedikit mahal.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar