Balada
Radityadika
Kemarin
tanggal 03 February 2015 hari selasa , merupakan hari yang aku tunggu – tunggu.
Tahu kenapa? Aku mau ketemu radityadika untuk book signing Koala Kumal. Jauh- jauh hari aku sudah prepare buat acara tersebut.
Salah satunya bolos buat ngajar. Ya itu perbuatan tidak baik , karena aku harus
menelantarkan murid2 ku yang unyuk dan tak berdosa itu hanya untuk kegiatan
yang gak penting (tapi menurutku itu penting banget pertama kali sejarah dalam
hidupku). Akhirnya aku alasan pergi ke Malang untuk membetulkan nilai (alasan
yang cukup masuk akal.) selain itu aku udah gak sanggup harus ngajar seharian
apalagi kalau Raditya (murid Paudku) masuk. Karena hanya dia satu-satunya murid
yang cukup bandel di klasku. Dia sering marah – marah gak jelas , coret – coret
bangku , berantakin isi lemari kalau gak gitu gangguin temennya (temennya yang
asik duduk bangkunya diambil secara paksa)
Hari itu
pun datang juga…. Pagi – pagi ibu terheran heran melihatku yang masih stay di
rumah (biasnya jam 07.00 udah berangkat)
“fit ,
tumben belom berangkat udah jam berapa ini ?”
Ibu yang sedikit mengomel
“ hhheee
sengaja ambil cuti “ aku cenggengesan (alasan agar ibu gak memarahikukarena aku
harus pergi ke Malang lagi)
“ kamu itu kemaren
sakit di sempet-sempetin masuk , sekarang malah bolos gak masuk “ suara ibu
terdengar masih mengomel sembari menggantikan baju syafira (momongan ibu).
Ibu kemudian bergegas
mengayu sepeda untuk mengantar syafira berangkat ke sekolah. Sementara itu aku
sibuk ganti baju untuk segera berangkat ke malang bersama sepupuku.
Sebelum
berangkat kita menyempatkan diri untuk beli kacamata. Setelah itu caoo ke
Malang city. Tujuan pertama kita ke Gramedia Malang deket alun – alun. Disana
kami membeli beberapa buku. Salah satu buku yang aku beli adalah “marmut merah jambu” kami agak lama
disana , selain melihat – lihat buku baru , kita menunggu teman sepupuku
(rangga ) yang ingin ikut main sma kita. Jam menunjukkan puku 12.00 kita
bergegas menuju Wilis (tempat buku murah). Disana aku kembali membeli buku yang
berbau bang Radityadika. Entahlah setan apa yang telah memasukiku sehingga aku
sangat mengefans sama dia hhhaaa :D
Buku
yang aku beli diantaranya : manusia
setengah salmon , cinta brontosaurus , radikus makan kakus (bukan bintang
biasa) ,sama buku DEE LESTARI supernova
(ksatria, putrid dan bintang jatuh).
Jam
menunjukkan pukul 12.30 kami pun bergegas solat dan menikmati 1 piring batagor
Bandung khas Malang ( lhoooo). Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke
Gramedia Malang Town Square (MATOS). Disana aku sedikit panic karena tiba –
tiba Sim ku hilang L. Dengan semangat mengebu – gebu (ketemu
bang dika )serta pikiran kacau karena sim ku hilang aku pun melangkah menuju
TKP. Sungguh terlalu antriannya meeen…. Panjang banget…aku pun berusaha untuk
antri untuk yang terdepan ternyata aku antrian di belakang sendiri , mungkin
yang ke seratus sekian L tapi tak apalah yang penting bisa
ketemu , salaman sama foto bareng.
Tepat
pukul 15.00 suara Radityadika membuka acara dengan menyapa fans –fans nya yang
udah dengan setia menunggu dia. Setelah itu acara book signing pun dimulai. Aku
sedikit ngiri sama yang antri duluan coz bisa foto sama bang dika berdua aja.
Giliran 15 menit selanjutnya udah dibuka sesi foto barengnya rame – rame L.
Perlahan – lahan antrian bergerak maju , selangkah lagi aku bisa bertemu
langsung dengan bang dika.
Finally
, aku bisa sedekat ini dengan bang dika meski pose fotonya gak sampe pegang
tangannya , yang penting aku bisa diajakin salaman sama dia.orangnya ternyata
ganteng banget , putih , bersih , wangi lagi. Setiap yang selesai foto dia
selalu bilang “ thanks genk” dengan senyum ramah di bibirnya. Sungguh hari itu
menjadi hari yang membahagiakan buat aku , semua keinginanku bisa terwujud
meski dengan sedikit kebohongan antara aku , sekolah dan rumah hhheeee J
Di Matos
aku juga sempet berkenalan dengan beberapa fans berat Raditya dika salah
satunya bisa dibilang fanatic banget , sampe dibukunya di tulis yang menandakan
dia orang Batak(intinya biar bang dika tau ,padahal bang dikanya agak cuek
juga) malah pas sesi foto bareng aja bang dikanya nolak buat diajak foto
berdiri. Nampak si gadis itu bersemangat sekali dengan teriak histeris.
Pukul
16.00 kami pun bergegas pulang. Karena takut kemalaman , juga takut hujan. Di
perjalanan pulang akhirnya hujan pun turun kami (aku dan sepupu) berhenti untuk
memakai jas hujan , setelah itu kita melanjutkan perjalanan. Dan tak terduga
buku yang kita beli (waktu pake jas hujan di bawa sepupuku (ratna) jatuh di
tengah jalan. Kami pn panic akhirnya aku pun menepi dan tiba- tiba datang truk
dari belakang yang membunyikan klakson kencen banget sehingga membuatku semakin
panic dalam mengenderai motor. Untung saja aku bisa mengendalikan dengan baik ,
kalau gak kita bisa masuh sungai yang kebetulan lagi banjir besar. Ratna pun
turun dari motor dan bergegas mengambil buku ynag terjatuh. Berharap banaget
buku – bukutadi tidak terlindas ban mobil yang lewat. Setelah agak lama ratna
pun berhasil membawa buku-buku itu. Meski sedikit lecek dan basah karena hujan
setidaknya bisa diselamatkan.
Hari itu
merupakan hari yang membahagiakan dan menyedihkan. Bahagianya aku bisa bertemu
Raditya dika dika sedihnya Kita hampir tertabrak truk dan kita hampir
kehilanagn buku-buku yang kita beli dengan jumlah banyak dengan harga yang
sedikit mahal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar