Nenek ku pahlawanku , itulah salah satu judul wali band. Dan
itu merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan sosok nenek dimataku. Hari ini Nampak hujan lebat , tadi sore
sepulangku kerja aku mendapati ibuku dan bulek sedang asik bercengkrama.
Setelah memasukkan mac queen (sepeda kesayanganku) aku turut berkumpul bersama
mereka. Tiba – tiba Ibu masih membahas
masalah kisah cintaku.
“gak kayak tohir gak serius. Terus lagi rezky udah putus
malah minta balikan lagi” ibu Nampak sebal.
“aku lho udah gak berhubungan sama mereka “ aku menggerutu
“kamu itu nurutaja apa kata ibu “ ibu lagi – lagi menasehati
ku masalah masa depan.
Mumpung bulek dirumah aku tunjukkin aja foto alm. Kakek yang
di hapeku.
“hembbb jadi inget si embah “ tutur bulek sembari terus
memandangi foto alm kakek
“ aku bisa liat gimana si embah waktu nyawanya diambil”
tambah ibu yang kemudian menceritakan detik-detik kepergian si embah. Baik itu
kakek da nenek.
“ibu masih ingat waktu mbah mu meninggal , beliau berkata
pada ibu “ ibu kemudian bercerita lagi.
“waktu itu pas malem , tiba-tiba mbah (nenek) memanggil ibu
dan berbisik “liat fitri kayak boneka kayu yang ada di dalam toko , cantik “
nenek Nampak tersenyu “cerita ibu membuat aku terenyuh.
Nenek buat aku ada seorang pahlawan buat diriku sendiri.
Waktu kecil aku jarang sekali solat hampir sehari paling Cuma maghrib doang ,
dan nenek tak henti-hentinya menasehatiku agar ke jalan yang benar. Dan pada
suatu hari aku semangat solat 5 waktu karena nenek.
“ ayo fit solat , nanti diajak mbah keliling naik becak” ya
itu salah satu kata-kata nenek yang membuat aku semangat. Selain aku diajak
pergi aku juga di iming – iming dibeliin jajan sungguh aku yang yang gak niat.
Mau solat kalau harus di bo’ongin dulu J. Lama kelamaan aku pun sadar dengan
sendirinya aku pun mulai melaksanakan
solat tanpa paksaan maupun pamrih.
Sama halnya dengan menyapu rumah atau bersih – bersihrumah.
Nenek selalu memarahi aku maupu menasehati untuk selalu melakukan kegiatan yang
seharusnya di lakukan cewek pada umumnya (memasak , menyapu , mengepel ,
mencuci dll) tapi emang dasarnya aku males jadi masuk telinga kanan keluar
telinga kiri J. Sejak nenek ku mulai sakit aku berusaha menunjukkan pada
nenek kalau aku mulai belajar untuk melakukan semua yang katakana nenek. Dan
lagi – lagi meski tanpa paksaan aku dengan sendirinya melakukan hal – hal
tersebut.
Dan sekarang au merasa kehilanagn seseorang nenek yang begitu
berjasa untuk hidupku. Karena kasih sayang yang diberikan nya kepadaku membuat
ku sadar bahwa semua harus dimuali dari diri sendiri untuk melakukan sesuatu
dan akhirnya akan berguna untuk kita. Aku
perlahan – lahan mulai mengikuti jejak nenek. Dari puasa seni-kamis ,
solat dhuha dll.
Aku akan selalu menjadi boneka kayu buat nenek. Aku yang
selalu membuat nenek jengkel marah dan gemes terhadapku. Nenek ku sayang aku
akan selalu merindukanmu. Semoga engkau bahagia di alam sana. I miss you
grandma :*
Alm.ibu ASMINAH

Tidak ada komentar:
Posting Komentar