Jumat, 30 Januari 2015

Boneka Kayu



Nenek ku pahlawanku , itulah salah satu judul wali band. Dan itu merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan sosok nenek dimataku.  Hari ini Nampak hujan lebat , tadi sore sepulangku kerja aku mendapati ibuku dan bulek sedang asik bercengkrama. Setelah memasukkan mac queen (sepeda kesayanganku) aku turut berkumpul bersama mereka.  Tiba – tiba Ibu masih membahas masalah kisah cintaku.
“gak kayak tohir gak serius. Terus lagi rezky udah putus malah minta balikan lagi” ibu Nampak sebal.
“aku lho udah gak berhubungan sama mereka “ aku menggerutu
“kamu itu nurutaja apa kata ibu “ ibu lagi – lagi menasehati ku masalah masa depan.
Mumpung bulek dirumah aku tunjukkin aja foto alm. Kakek yang di hapeku.
“hembbb jadi inget si embah “ tutur bulek sembari terus memandangi foto alm kakek
“ aku bisa liat gimana si embah waktu nyawanya diambil” tambah ibu yang kemudian menceritakan detik-detik kepergian si embah. Baik itu kakek da nenek.
“ibu masih ingat waktu mbah mu meninggal , beliau berkata pada ibu “ ibu kemudian bercerita lagi.
“waktu itu pas malem , tiba-tiba mbah (nenek) memanggil ibu dan berbisik “liat fitri kayak boneka kayu yang ada di dalam toko , cantik “ nenek Nampak tersenyu “cerita ibu membuat aku terenyuh.
Nenek buat aku ada seorang pahlawan buat diriku sendiri. Waktu kecil aku jarang sekali solat hampir sehari paling Cuma maghrib doang , dan nenek tak henti-hentinya menasehatiku agar ke jalan yang benar. Dan pada suatu hari aku semangat solat 5 waktu karena nenek.
“ ayo fit solat , nanti diajak mbah keliling naik becak” ya itu salah satu kata-kata nenek yang membuat aku semangat. Selain aku diajak pergi aku juga di iming – iming dibeliin jajan sungguh aku yang yang gak niat. Mau solat kalau harus di bo’ongin dulu J. Lama kelamaan aku pun sadar dengan sendirinya  aku pun mulai melaksanakan solat tanpa paksaan maupun pamrih.
Sama halnya dengan menyapu rumah atau bersih – bersihrumah. Nenek selalu memarahi aku maupu menasehati untuk selalu melakukan kegiatan yang seharusnya di lakukan cewek pada umumnya (memasak , menyapu , mengepel , mencuci dll) tapi emang dasarnya aku males jadi masuk telinga kanan keluar telinga kiri J. Sejak nenek ku mulai sakit aku berusaha menunjukkan pada nenek kalau aku mulai belajar untuk melakukan semua yang katakana nenek. Dan lagi – lagi meski tanpa paksaan aku dengan sendirinya melakukan hal – hal tersebut.
Dan sekarang au merasa kehilanagn seseorang nenek yang begitu berjasa untuk hidupku. Karena kasih sayang yang diberikan nya kepadaku membuat ku sadar bahwa semua harus dimuali dari diri sendiri untuk melakukan sesuatu dan akhirnya akan berguna untuk kita. Aku  perlahan – lahan mulai mengikuti jejak nenek. Dari puasa seni-kamis , solat dhuha dll.
Aku akan selalu menjadi boneka kayu buat nenek. Aku yang selalu membuat nenek jengkel marah dan gemes terhadapku. Nenek ku sayang aku akan selalu merindukanmu. Semoga engkau bahagia di alam sana. I miss you grandma :*
Alm.ibu ASMINAH

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar