Jumat, 16 Januari 2015

Bayi ( fitri yang paling muda)



Awal masuk SMP , tepatnya di kelas 7B. Aku masih belum mengenal dengan teman dan suasana baru disana. Hanya beberapa yang aku kenal dan mereka merupakan teman waktu SD ku. Masuk disalah satu SMP NEGERI  itu membikin aku senang. Karena sekolah dekat dengan rumah , dan biaya sekolah yang lumayan murah.

Suasana di dalam kelas , saat pemilihan ketua kelas , sekretaris dan bendahara kelas. Betapa kagetnya ketika namaku dijadikan salah satu kandidat pemilihan. Dari beberapa anak yang dicalonkan , akhirnya aku terpilih menjadi bendahara kelas , dan ketua kelasnya Suprianto ( cowok yang angkuh dan suka semenah- menah. Tak ayal semenjak dia menjadi ketua kelas , kelas Nampak disiplin. Kenapa tidak dia selalu membawa penggaris besar kemana- Kaman seraya mengamankan suasana kelas. Dan aku menjadi salah satu korbannya ketika dia marah. Bagi dia cewek polos seperti aku cocok banget buat bahan amukan. Dan sikap itulah yang membuatku sedikit takut kepada dia. Cara kerjaku selalu salah dimatanya. Seperti contoh waktu itu aku sedikit melakukan kesalahan karena aku lagi asik ngobrol dengan teman sebangkuku. Melihat it su supri marah dan menghampiriku…

       “ hey bayi , kamu jangan rame aja !!!” teriaknya sambil memukul penggaris. Membuat aku kaget dan terdiam..
       “sekali lagi rame , aku pukul nic…” dengan muka merengut kayak ban kempes dia agaknya sedang marah.

Alasan supri mulia banget , pengen menciptakan suasana kelas yang tertip dan disiplin sehingga kesan baik akan dirasakan setiap guru yang masuk ke kelas kami. Dan satu hal yang membuat penasaran kenapa aku di panggil bayi sama makhluk super seperti supri ini.
       Suatu hari aku mencoba mendekatinya semoga dia sedikit jinak J.
“ pri aku mau nanya “ aku malu-malu
“Tanya apa kamu “dengan nada ramah. Tumben banget dala benakku.

“ kenapa kamu manggil aku bayi , aku kan udah besar 

“ tuturku mencobamencari jawaban
“hhhhaaaaaa….” Tawanya. “ liat tuch tahun lahirmu 93 kan , yang lain pada 92 kamu doing yang 93. Makanya kaloo belom waktunya sekolah tuch jangan suka maksa sma ortu “ celotehnya sedikit mencibir. 
“ gitu ya…” jawabku polos. aku pun beranjak dan mulaiberpikir. Jadi selam ini alasan dia manggil aku karena aku lebih muda dari temen2 sekelas lainnya. Dan lagi aku terliat lebih cupu dari temen2 lainnya. Bagaiman tidak waktu itu dandanan anak SMP ala aku itu Cuma rambut di kuncir satu kebelakang , dan memakai rok seragam sampe perut, betapa cupunya ya,,, J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar