Jumat, 09 Januari 2015

DIA (harapan)



Waktu itu aku duduk di bangku SMK. Dan aku menyadari kehadiran seorang cowok dikehidupan ABG waktu itu sangat dibutuhkan. Begitulah pendapat temen – temenku. Menurut mereka kehadiran sosok cowok membuat mereka semakin semangat dalam belajar. Apalagi kalau pacarnya itu satu sekolah dan kakak kelas. Tapi kenyataannya mereka malah melalaikan tugas belajarnya. Malam minggu asik pacaran , pulang sekolah mesti nongkrong dulu. Dan begitulah kehidupan temen – temenku waktu itu. Melihat kesendiriannku, membuat mereka iba terhadapku. Betapa tidak mereka sering memanas – manasi aku agar punya pacar , namun aku selalu cuek. Selain takut pacaran yang lebih penting gak ada cowok yang suka sama aku J mungkin akunya yang dandannya terlalu cupuJ.
Tidak disekolah tidak lain di rumah. Kakak iparku nyomblangi aku dengan tetangganya yang sekaligus teman sepermainannya. Kebetulan juga dia sebaya dengan aku dan Dia bernama Eros. Eros merupakan sosok cowok cuek , pendiam ,dan taat beribadah. Dia duduk di kelas 12 namun berbeda sekolah dengan aku.
Waktu itu di rumah kakak iparku untuk pertama kalinya aku melihat dia. Dibawah rintik hujan dia memakai kemaja kotak – kotak dan celana jins dia lari-lari kecil agar air tak terlalu membasahinya.
“ Eros “ teriak kakak iparku yang membuat dia menoleh sebentar dan tersenyum.
Aku tak banyak tahu tentang dia. Hanya kakak iparku yang sering menceritakan sebagian kecil kesehariannya kepadaku. Dia merupakan tulang punggung keluarga , dia sangat jago dalam hal computer dan yang berada didalamnya dan dia pecinta grup Ungu sejati ( UNGU clicres).
       Tak berapa lama semenjak pertemuan singkat itu akhirnya kakak ipar ku menukarkan nomer hapeku kepadanya dan kita pun SMSan. Meski tak pernah saling bertatap muka , namun aku merasa dekat dengan dia.
Dan saat kelulusan tiba disaat masing – masing dari kita harus mengenal dunia kerja , kita jarang SMSan hanya sesekali kita bertegur sapa dan saling menceritakan pengalaman. Yang ku ingat waktu itu , dia kepingin sekali kerja sembari kuliah dan itu pula yang menjadi cita – citaku. Kesamaan kita dalam mencapai kesuksesan. Dia pengen sekali bisa bekerja di pabrik yang saat itu aku naungi. Aku mencoba membagi informasi cara – cara agar bisa masuk di pabrik tersebut. Namun beberapa hari kemudian aku mendengar berita yang membuat aku sedih dan terpukul. Melalui via SMS tengah malam kakak iparku memberi kabar Bahwa EROS telah tiada. Dia mengalami kecelakaan saat dia perjalanan pulang kerumah. Cita – cita dan harapan kita pupus. Aku belum sempat membuat dia bisa masuk ke tempat kerja sama seperti ku L.
       Keesokan harinya aku kerumah kakak iparku sembari melayat. Ibunya banyak cerita tentang dia. Saat detik-detik kepergiannya dia memberikan firasaat tak enak kepada ibunya. Aku membuka facebook disana kudapati limpahan doa melepas kepergiannya untuk selama – lamanya. Semoga semua amal ibadahnya diterima disisi Nya. Meskipun aku tak pernah tau dan bertemu , aku akan selalu mengingatnya sebagai seseorang yang selalu membuat ku kagum.
Alm EROS ……………
 semoga semua amal ibadah mu diterima di oleh ALLAH swt.amiiinnnn


Tidak ada komentar:

Posting Komentar