Sabtu, 24 Januari 2015

Balada kaki seribu



Mengingat kembali masa kecil sangatlah menyenangkan. Banyak sekali kejadian lucu , konyol dan aneh layaknya anak kecil pada umumnya. Dan mainan favoritku keika aku bermain dengan teman sebayaku waktu kecil adalah main masak – masakan. Bermodalkan tutup biskuit  KONG GUAN , lilin (dilelehkan untuk pengganti minyak) batu bata (menghalangi angin yang berhembus agar api tidak padam) sampah (daun kering , maupun plastik sebagai sumber api).
Dan ceritanya dimulai dari Reni (tetanggaku ) mengajakku main masak – masakan. Waktu itu siang dan hari jum’at dimana banyak orang –orang (laki2 khususnya).
“mbak fitri , main yuk “ teriaknya
“tunggu bentar ya aku naruh piring dulu “ aku bergegas masuk untuk meletakkan piring sehabis makan.
Hari itu hanya kami berdua yang main. Teman – teman yang lain sedang asik bobok siang dirumah masing – masing.
“nic aku sudah bawa penggorengan , sama lilin jadi kita langsung main aja” ajak reni yang sering banget modal barang – barang yang akan digunakan.
“ tapi dimana ? , sebentar lagi orang – orang pada lewat sini” pungkasku sembari mencari tempat yang aman buat kita main masak – masakan tanpa di ganggu tetangga yang halamannya kita pakai untuk masak – masakan yang kerap kali sangat mengotori sekali.
“kita main di pekarangan sana yuk “ tunjuk rena yang ia rasa tempat nya sangat aman dan nyaman (hunian kaliii)
Pekarangan itu tak jah dari rumahku selain rindang dan sedikit agak serem (banyak tumbuh ilalang maupun tanaman merambat yang menggaggu lainnya) sekaligus dekat dengan sungai.
“baiklah” aku mengiyakan
Kami asik bermain seolah – olah kita ini koki yang lagi mendemokan masakan kepada penonton layaknya  FOODY WITH RUDY”. Setelah banyak masakan aneh yang kita ciptakan , akhirnya ide dan bahan – bahan yang digunakan habis.
“ terus kita buat apalagi ini? “tanyaku sembari asik mengaduk masakan ongseng – oseng sayur.(dengan minyak lilin J)
“ wah lilinnya mau habis juga , habis ini aku pulang dulu ngambil lilin terus kita masak lagi “ papar reni yang asik mencari bahan untuk kita goreng.
:mbak fit tolong siapin minyak (lilin) kita mau goring ini “ sembari berlari. Nampak ditangan reni membawa sebatang lidi yang menusuk hewan berwarna merah dan berkaki seribu , ya itu kaki seribu.
“ih kog goreng itu sich , kan kasihan “ aku sedikit geli dan merasa iba
“udah , daripada gak ada lagi yang kita goreng” reni cengengesan
“ tapi kan kasihan , tuch liat sampek ngeliat- ngeliat gitu” ya benar seperti cacing kepanasan , si kaki seribu itu terus berontak.
“aku pulang dulu ngambil lilin mbak. Kalau kaki seribu nya udah kecoklatan , angkat lalu tiriskan” teriak reni sembari meninggalkanku.
Dalam benakku , “emang ini acara masak ditelevisi “ gumamku. Aku merasa takut , di pekarangan yang rimbun gak ada teman, hari jum’at pula. Konon katanya kalau siang – siang main di pekarangan apalagi pake acara mengganggu bubuk siang nya hantu , hantunya bakal marah. dan jelas bukan hantu ang marah melainnkan kawanan kaki seribu yang mencoba mengejarku.
setelah kaki seribu nampak diam dengan tubuh yang berubah kecoklatan aku mengangkatnya dari penggorengan. tanpa ku sadari aku berada di kawasan rumah si kaki seribu hidup. melihat kawannya tewas dengan tidak wajar mereka tiba- tiba muncul dari semak - semak dengan muka memerah (emang badannya merah kaliii). banyak banget hampir setiap penjuru ada makhluk menjijikkan itu (buat aku)
"aaaaaahhhhhhhhhhhhh" teriakku
renei yang mendengar teriakanku mencoba menghampiriku
"ada apa mbak?" panik
"tuch liat gara-gara kamu banyak kai seribu disini" aku ketautan
"masakk sich " 
"mereka iba liat temennya mati mengenaskan , mungkin mereka balas dendam.. ayoook pulangg,,,," sembari lari menyeret  tangan reni
dan sejak saat itu aku takut sekali sama hewan kaki seribu itu. memang rumahku deket pekarangan dan kaki seribu banyak tinggal disana. makanya tiap kali aku melihat doi dari kejauhan rumahku , aku pasti minta ibu mengusir dia tanpa alasan apapun. karena aku takut mereka bakal balas dendam karena dendammereka belum terbalaskan..hhhaaaaa LOL :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar